Senin, 15 November 2010

Workshop Kreatif : MENULIS FIKSI (by @fiksimini )

 

WORKSHOP Kelas Kreatif - MENULIS FIKSI - dari Komunitas Fiksimini , bersama penulis-penulis fiksi ternama (Clara Ng, etc)

SURABAYA 27 Nov 2010, di House of Sampoerna, 09.00-18.00 wib
Info dan Pendaftaran ke @fardania (twitter) - 08113434037 (phone)


Fiksimini is back on action!! 

Fiksimini sekarang gak cuman komunitas online yang gemar memposting fiksi 140 karakter di twitter. Komunitas ini dengan cepat meluas melalui media online, dan membawa aura kreativitasnya ke dunia nyata.
Gak hanya membuka pertemanan baru, komunitas ini juga aktif mengadakan kegiatan sosial dan edukatif lainnya.

Buat follower @fiksimini atau yang gemar membaca novel, pasti tidak asing lagi dengan penulis Indonesia Clara Ng.
Kalau kamu pengen tau cara mengembangkan bakat menulis kamu dan belajar menulis dengan fun, datang aja ke acara "Menulis Fiksi bersama komunitas @fiksimini Surabaya".
Hanya dengan Rp 100.000, kamu bisa mendapat ilmu dari ahlinya dan sekaligus mendapatkan paket2 seru lainnya.

BURUAN DAFTARR!!!

Minggu, 03 Oktober 2010

Moviegeek present: Interview With Lukman Sardi


pic taken from here

14 September 2010 yang lalu, secara tidak sengaja saya bertemu Lukman Sardi yang sedang makan malam di Sutos. Tadinya saya pengen menghampiri meja Lukman Sardi dan rombongan di Malay Village, tapi sungkan karena mereka kan mau makan. Tapi ternyata Tuhan berkata lain, tiba-tiba saya melihat Lukman Sardi berjalan ke arah toilet dan saya yang sedang berada di sekitar jalur Malay Village - toilet dengan kepedean menyapa Lukman Sardi sekalian minta foto bareng (mau ngatain saya norak?biarin!! yang penting saya senang *hahaha). Saya dan teman saya suprise banget karena ternyata orangnya ramah luar biasa, saya juga sempat menyinggung tentang review Sang Pencerah di blog ini dan ternyata mas Lukman Sardi bersedia membaca postingan di blog saya yang super sederhana itu. Hohoho.
Dari kejadian malam itu, entah kenapa saya kepikiran untuk menginterview seorang Lukman Sardi. Proposal interview via twitter pun dimulai. Mention pertama, sepertinya gak terbaca (maklum kalo follower banyak, pasti banyak juga mention yg kelewatan), saya nunggu, lama hampir nyerah juga tapi temen2via bbm support saya supaya ‘ngejar’ terus. Mention kedua, belum juga. Mention ketiga, dijawab, dan jawabannya IYA!! (respon spontan : lompat-lompat, guling-guling, ketawa-ketawa sendiri). Interview dilakukan via email, dan beberapa hari kemudian saya pun mengirim email ke Johnny Depp-nya Indonesia itu, dan dibalas oleh Lukman Sardi beberapa hari kemudian. Kalau dihitung dari waktu Lukman Sardi membalas email saya sampai poastingan ini keluar, agak lama ya? Maaf ya..saya belakangan ini lagi hectic ,banget bahkan mau nonton di bioskop aja gak sempat. Maafkan....*memohon-mohon* J
Interview ini lebih banyak membahas tentang film Sang Pencerah, padahal film terbaru Lukman Sardi ada dua, Sang Pencerah dan Darah Garuda. Hanya saja, waktu saya menyusun pertanyaan interview ini, saya belum sempat menonton DarahGaruda jadi saya hanya membahas Sang Pencerah saja. J

Dan, ini dia... hasil interview Moviegeek dengan seorang Lukman Sardi. Semoga moviegoers suka ya.. Please enjoy....
MG : Film sang pencerah menceritakan tentang kehidupan pahlawan besar bangsa yang sudah pasti menginspirasi banyak orang. Dalam memerankan beliau, tantangan terbesar apa yang dihadapi?
LS : Tantangan terbesarnya adalah menghilangkan beban di  diri saya. Awalnya saya sangat terbebani karena yang ada di kepala saya, beliau adalah pahlawan nasional, pendiri Muhammadiyah, dll sehingga ini menghambat saya untuk lepas dalam berekspresi dan bereksplorasi. Akan tetapi akhirnya saya mengubah cara pandang saya, bahwa beliau manusia biasa yang sama dengan saya, yang punya rasa takut, sedih, marah, senang, kegelisahan dlll, tapi beliau mempunyai pemikiran yang luar biasa.
MG : Dialog/adegan apa yang peling berkesan selama memerankan seorang KH Ahmad Dahlan di film Sang Pencerah?
LS  : Hampir Semua dialog di film ini berkesan buat saya karena mempunyai kedalaman makna walaupun terdengar sederhana.
MG : Sebagai pemeran tokoh K.H.Ahmad Dahlan di film Sang Pencerah, apa yang seorang Lukman Sardi harapkan dengan adanya film ini terutama bagi masyarakat Indonesia?
LS : Yang saya harapkan dari film ini adalah semoga film ini bukan hanya menjadi tontonan semata atau hanya menjadi sebuah slogan, tapi bisa menginspirasi  kita untuk berbuat sesuatu yang positif dimulai dari lingkungan terdekat kita, dan juga agar masyarakat kita lebih menghargai pahlawannya.
MG : Karir seorang Lukman Sardi sebagai seorang aktor sangat cemerlang. Menurut saya, akting di setiap film selalu total dan berhasil membawa nafas baru di tiap karakter yang diperankan. Jadi pengen tau, siapa sih inspirator seorang Lukman Sardi yang memotivasi sehingga akting di tiap film selalu memukau?
LS : Terima kasih atas apresiasinya. Yang menjadi inspirator saya adalah keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik, dan hal ini saya dapatkan dari ayah saya. Beliau selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal, sehingga apa yang kita perbuat di dunia ini bisa kita pertanggung jawabkan dan memberikan warisan yang baik buat anak cucu.
MG : Diantara semua film yang pernah terlibat di dalamnya sbg pemain, film apa yang paling berkesan?
LS : Buat saya, semua film yang saya mainkan berkesan karena setiap film yang saya terlibat di dalamnya adalah karena saya menyukai dan mencintainya, tidak ada yang karena terpaksa, sehingga selalu meninggalkan kesan yang mendalam.
MG : Kalau ditanya soal film favorit diantara semua film yang pernah ditonton. Film apa yang pertama kali terlintas di pikiran? Dan kenapa suka banget sama film itu?
LS : Untuk sekarang ini saya sangat menyukai film La Grand Voyage. Sebuah film yang menceritakan perjalanan seorang bapak dan anak, dimana si anak harus mengantarkan ayahnya dari Paris ke Mekkah untuk naik haji melalui perjalanan darat. Mungkin temanya sangat sederhana, tapi makna dari film ini sangat dalam sekali. Kalo kamu belum nonton  coba cari DVDnya dan segera tonton. It’s a great movie.  
MG : alhamdulillah,saya sudah nonton mas. Dan saya setuju, film ini emang bagus banget. Dalem banget. Gak cuman wajib nonton tapi DVDnya juga layak jadi koleksi (tp saya blm dapet dvd-nya ).  *serius* ( yang ini cman respon moviegeek aja, i never directly said this to him. Hehehe)
LS : Thanks  dan selalu kritis ya..

Waktu meminta izin ke Lukman Sardi untuk interview ini via twitter, saya janji hanya akan ada 5 pertanyaan. Tapi kalau dilihat di atas kok ada 6? Itu karena, pertanyan no.1 dan no.2 sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yang kemudian dipisah jadi dua di postingan ini supaya lebih jelas. Sebenarnya moviegeek masih punya banyak pertanyaan buat Lukman Sardi, tapi dengan pertanyaan-pertanyaan diatas sudah bersyukur banget (i have to keep my words,rite?), Lukman Sardi bersedia diwawancarai untuk blog ini saja moviegeek seneng banget sampe guling-guling. This blog is only a tiny movie blog, but a big star like him willing to spend his time to support a movie blogger like me. Mr. Lukman Sardi, you ROCK!!!
Terima banyak kasih ya Allah!!! Buat kesempatan langka ini. *sujudsyukur*.
Moviegeek juga mau berterimakasih buat mas Lukman Sardi yang sudah bersedia meluangkan waktu diantarakesibukannya yang bejibun untuk memenuhi permintaan wawancara di blog ini. Dan makasih juga buat support teman-teman semua, terutama bella+dafi yang hari itu sudah ‘menyeret’ saya ke Sutos. Me so happy!! Woohoo!
Well, see you on my next post moviegoers. Adios,,,♥

PS : Kalau ada request review atau preview atau yg lain (please jgn yang aneh2), boleh request ke saya via twitter @fitapermatasari


ini foto sama lukman sardi di Sutos.

(duh, karena seharian pergi akhirnya di foto keliatan kusut gitu. Hiks..and, this pic is totally a diet alert for me!!!! *buangcoklat*)


Senin, 27 September 2010

PREVIEW : Wall Street "Money Never Sleeps" (2010)





"It's not about the money,it's about the game." - Gordon Gekko

Shia LaBeouf bakal kambali menghibur kita, bukan lewat tontonan robot-robotan ala transformer, tapi lewat film yang temanya agak sedikit berat. The game of money. (OMG, denger kata-kata game&money di satu kalimat mengingatkan saya tentang mata kuliah investasi derivatif.cape deh!!). Shia LaBeouf akan beradu akting dengan aktor kawakan Michael Douglas yang berperan sebagai Gordon Gekko, seorang pialang saham handal.


Film Wall Street : Money Never Sleeps merupakan sekuel dari film tahun 1987berjudul Wall Street. Dalam peran sebagai Gordon Gekko saat itulah ia berhasil manyabet piala oscar di tahun 1988. Well, 23 tahun merupakan waktu yang benar2 lama untuk sebuah sekuel, moga-moga penampilan di versi yang baru ini Douglas bisa memuaskan penonton.
Dalam film ini, dikisahkan Gekko yang telah keluar dari penjara dan menyadari bahwa ia telah kehilangan segalanya. Harta, relasi, keluarga dan reputasi besarnya di jaman dulu. Tapi Gordon dalah pria cerdas dan ambisius, ia berusaha merebut hidupnya kembali. Gordon sadar, ia juga harus memperbaiki hubungannya dengan Winnie (Carrey Mulligan) ,anak perempuannya. Namun ternyata Winnie tidak bisa memaafkan kesalahan yang dilakukan ayahnya terhadap keluarga di masa lalu. Sementara itu, pacar Winnie, Jacob (Shia LaBeouf) adalah seorang broker saham pemula. Jacob sendiri membutuhkan bantuan orang seperti Gordon untuk memecahkan sebuah misteri. Gordon yang picik kemudian mendekati Jacob, dan akhirnya mereka bekerja sama. Gordon memanfaatkan kedekatannya dengan Jacob untuk mendekati Winnie.

Winnie berusaha memperingatkan jacob tentang ayahnya. Dan tenyata keterlibatannya dengan seorang Gordon Gekko, akhirnya menyeret Jacob ke dalam masalah yang lebih besar.


Sejak film ini dikabarkan bakal dirilis, di timeline twitter saya sudah banyak yang penasaran sama film ini, terutama mereka yang setau saya belajar tentang keuangan. Tapi sebenarnya preview ini akhirnya saya tulis, karena request dari teman saya, Windy. (hehehe, thanks dude!)
Saham memang punya daya tarik tersendiri buat orang-orang finance, yang menurut saya well, it kinda tempting but a lil bit risky, dan sangat manipulatif. Liat trailer film ini juga bikin saya merinding, kalau mengingat bagaimana spekulasi-spekulasi itu 'dimainkan', betapa berharganya tiap detik bagi pialang saham, telat sedikit bisa habis sudah investasi di tangan. Dan betapa uang bisa mengubah seseorang.

Saya rasa film ini wajib ditonton. Terlebih lagi ini merupakan sekuel film kualitas Oscar. Kita lihat, apakah pesona Michael Douglas sebagai Gordon Gekko sama seksinya dengan 23 tahun lalu? Atau Shia LaBeouf bisa bikin kita 'meleleh'.

Well, kita lihat saja nanti....Saya juga sudah penasaran banget sama film ini.


Director : Oliver Stone

Casts     : Michael Douglas, Shia Labeouf, Carrey Mulligan.

Check the trailer :




wall street poster in 1987

Sabtu, 25 September 2010

Sehari Saja (a fiksimini movie) : Review


"SEHARI SAJA. Kami mengepak koper lalu berpisah di ujung jalan. Ternyata Selamanya." - Novita Poerwanto ( @LVCBV )


Kutipan fiksimini diatas, merupakan ide awal cerita film Sehari Saja ini. Menceritakan tentang sepasang suami - istri yang telah menikah selama 10 tahun. Tepat pada hari ulang tahun pernikahan yang ke 10, sang suami memberikan hadiah pernikahan kepada istrinya yaitu berlibur selama sehari penuh tanpa dirinya. Mereka pun mengepak koper, berjalan menuju 'hadiah' ulang tahun pernikahan ke sepuluh tahun mereka, dan berpisah di ujung jalan. Menikmati waktu untuk diri mereka seorang diri.
Satu hari telah berlalu, sang suami kembali ke rumah, belum ada tanda-tanda kehadiran sang istri. Sampai akhirnya, seminggu pun berlalu sejak ulang tahun pernikahan mereka yang ke 10, kekasih yang menemaninya selama 10 tahun itu tetap tak kembali.
Pada hari itu, peringatan ulang tahun pernikahan ke 10. Perpisahan di ujung jalan itu, perpisahan selama satu hari, ternyata berlangsung untuk selamanya.

Film ini, walaupun cuma 3 menitan tapi dalem banget. Dari versi fiksimininya udah keliatan kalo ada perpisahan yang tak terduga. Baca versi cerita pendeknya (also written by @LVCBC ), tambah bikin miris. Nonton filmnya, waspada bikin mewek. Terutama adegan dimana sang suami pada akhirnya menyadari bahwa istri tercintanya memilih untuk tak kembali, dalam frustasi kehilangan yang begitu dalam, sambil memegang cincin pernikahannya ia masih bisa tersenyum. Ikhlas. Merelakan kekasihnya pergi, karena percaya bahwa perpisahan selamanya yang menjadi pilihan istrinya adalah yang terbaik. Mengikhlaskan cinta pergi, demi cinta. Pada akhirnya, penonton yang sakit hati.
Saya suka akting pemainnya, yang walaupun tanpa dialog tapi ekspresinya dalam dan mampu menggambarkan cerita. Didukung dengan musik yg pas. Sinematografi nya juga ok, simple, detail dan dramatis. Two thumbs up buat Melia Livita, yang sudah jadi sutradara sekaligus editor di film ini. Juga buat Novita Poerwanto yang empunya ide cerita dan bikin scriptnya. Well, kalau mau bikin film bagus gak perlu banyak2an efek kan? Cukup dengan script yang  bagus, angle pengambilan gambar yang ok, sedikit idealisme dan kekompakan kru pasti hasilnya oke! Good job!!

Director : Melia Livita
Casts     : Diaz Ananda, Fardani Anissa.

My Rate : It's a must see!!!
                (silahkan nonton filmnya di bag bawah review ini)

Sehari Saja (a film by Fiksimini Surabaya)

Kamis, 23 September 2010

Resident Evil "After Life" (2010) : Review



"The Umbrella Corporation feel safe, they feel secure. They're wrong."

Alice is back!!! bersama dengan saudara kloningannya, Alice mencoba meruntuhkan Umbrella Corporation. But as we know it, the company is just too big. Saat Alice and sisters hampir meruntuhkan dan membunuh seluruh Umbrella Corporation Jepang, ternyata sang pimpinan (Wesker) kabur dengan pesawat dan meledakkan base-nya beserta Alice kloningan yang masih berada di dalam perusahaan. Tapi Alice gak semudah itu dikalahkan, walau kloningan sudah hancur kena bom, Alice yang asli berhasil menyelundup ke dalam pesawat. Pertarungan di atas pesawat dimulai, dan Alice mendapat serangan suntikan penetralisir virus-T yang membuat kekuatan specialnya hilang. Terlalu nafsu meladeni Alice, Wesker lupa mengendalikan pesawat dan pesawat jatuh dan meledak di pegunungan. Alice selamat! (saya gak heran,,krn masih ada sekuel selanjutnya).
Alice pun memulai kembali perjalanannya menuju Arcadia, sebuah kota kecil di Alaska yang terbebas dari penularan virus T, seorang diri. Dengan pesawat kecil, ia sampai di Alaska, di koordinat Arcadia yang ia ketahui, tapi ternyata disana hanya ada pulau kosong tak berpenghuni, hanya terlihat puluhan bangkai pesawat dan helikopter tua yang ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Saat Alice mulai putus asa, dan bertanya tanya apakah dia satu2nya yang selamat dari virus tiba2 ia dikejutkan oleh kehadiran seseorang yang ternyata teman lamanya, Claire, yang mengalami amnesia.
Mereka kemudian meneruskan perjalanan bersama-sama, mencari 'tempat yang dijanjikan' dalam frekuensi radio yang selalu mengudara. Sampai akhirnya mereka sampai di LA, dimana kota telah hangus porak poranda, seperti baru saja dibakar, kota penuh bangkai bangunan yang masih berasap dan bahkan beberapa masih terlihat bara apinya. Di LA, Alice menemukan sebuah gedung penjara yang ternyata masih dihuni oleh beberapa manusia yang selamat dari penularan virus T. Dari mereka itulah Alice mengetahui keberadaan Arcadia, yang ternyata adalah sebuah kapal penyelamat. Bersama dengan orang-orang tersisa itu, Alice mencari jalan menuju Arcadia bersama-sama. Walaupun banyak hambatan dan sempat mendapat serbuan zombie yang berhasil menyelinap masuk ke dalam penjara serta kemunculan mendadak moster Axeman yang entah muncul dari mana, Alice dan beberapa orang yang 'tersisa' berhasil sampai ke Arcadia. Dan, begitulah... sisanya nonton sendiri saja. :D

Film ini,,,tidak sebagus film pendahulunya. Banyak sekali adegan gak penting yang membuat film ini terasa lamaaaaaaaaa dan sukses bikin saya bbm-an dan ngecek timeline twitter sesekali selama menonton film. Cerita RE-After life ini kurang kuat, sepertinya nih, seakan-akan Paul Anderson (sang sutradara) terlalu ngebet mengejar efek action yang kuat untuk ditampilkan ke dalam format 3D, akhirnya lupa untuk fokus kepada jalan cerita. Terutama adegan 'pesawat jatuh di pegunungan' yang slow motion itu, ah salah ding no motion (atau apalah itu istilahnya), emang penting banget ya? *sigh*. Saya dan teman-teman sempat ketawa dan melongo nonton adegan itu, dan gak cuma kita aja donk beberapa orang di sekitar kita juga ketawa. Sempet denger juga, di depan saya ada yang bilang "heh?" Wow, RE bisa dibikin komedi juga,.*barutau*
Oh iya, kemunculan si raksasa Axeman., yang walaupun menurut saya kalau gak ada pun gak akan terlalu mempengaruhi cerita, tapi lumayan menghiburlah. Kalau emang misalnya mengedepankan efek, kenapa justru adegan pertarungannya kurang greget? Oh iya, film ini juga niru adegan action ala The matrix (dan justru membuat semuanya menjadi lebih buruk). haissshh.... no comment lah. Untungnya di film ini ada kemunculan Wentworh Miller, yang ganteng banget dan lumayan menghibur saya. *dasar cewek* (hohoho).

Well, saya bukan penggemar berat Resident Evil, tapi seenggaknya di 3 film sebelumnya (terutama 1&2) saya masih bisa menikmati filmnya. Yang satu ini,...*sigh*. Saran saya nih, kalau mau bikin film dengan kualitas seperti 'RE-AfterLife' ini lagi, made it to 4G, sekalian bikin movie game, kasih penontonnya senapan biar berasa ada di film terus bisa ikut2an ngebantuin Alice nembak zombie. Jadi penonton fokus sama urusan tembak2 menembak dan gak perlu pusing atau kecewa sama jalan cerita yang so-so seperti ini. Resident Evil termasuk film yang reputasinya lumayan bagus di mata penonton, tapi mungkin enggak untuk versi yang keempat ini.
Untung saya gak tergiur nonton versi 3G-nya, buang2 duit namanya kalo cerita filmnya gitu2 doank. Padahal hampir aja, untung teman2 saya menyelamatkan saya. Kan lumayan duitnya buat makan di Bentoya, *eh?. (maaf, lagi ketagihan berat, hhehehe). #ditampartimbangan *diet gagal kok terus*
hahahaha, sudah ah reviewnya, soalnya kok saya jadi antagonis gini reviewnya. Tapi karena saya yakin banyak yang udah nonton RE sebelumnya, yang ini juga harus dinonton donk!! but don't do any high expectation about this movie. See u on cinema! don't forget to buy yourself popcorn and cokes. (lumayan buat tembak2an) *eh?

Director : Paul W.S Anderson
Casts     : Milla Jovovich, Ali Larter, Wentworth Miller, Shawn Roberts.

My Rate :
1.    It’s a must see!!
2.    Film ini seruu..
3.   Lumayan deh buat weekend.
4.    Pinjem dvd-nya aja.
5.    Mending tunggu filmnya maen di tv.
ini saya kasih bocoran scene-nya (buat yg blm nonton):
guantengnyaaa...*my heart is melting*
run Alice..Run.. (omg, did i just make it sounded like Forrest gump? #toyor)
this is it!! the giant axeman. serem bener dah!

Selasa, 21 September 2010

Letters To Juliet (2010) : Review



"I am madly, truly, deeply, passionately in love with you"


Sophie adalah seorang pemeriksa fakta di harian terkenal New Yorker, karirnya sangat bagus walaupun sebenarnya passionnya adalah menjadi seorang penulis. Sophie bertunangan dengan Victor, seorang chef masakan Italia yang sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan pembukaan restoran barunya di New York. Dalam waktu dekat rencananya mereka akan melangsungkan pernikahan, namun karena kesibukan karir masing-masing maka liburan bulan madu yang seharusnya dilaksanakan setelah menikah justru dilakukan sebelum pernikahan, a pre honeymoon.
Sophie pun mengambil cuti pre honeymoon-nya dan berangkat ke Verona, Itali bersama Victor. Pada awalnya Sophie berharap perjalanan liburannya kali ini akan menjadi perjalanan yang romantis, tapi ternyaa Victor justru terlalu sibuk dengan calon supplier untuk restoran barunya sehingga melupakan rancana-rancana perjalanan yang telah disusun Sophie. Sampai pada suatu hari, Sophie berkunjung ke rumah Juliet dan melihat puluhan wanita menulis selembar surat kepada Juliet tentang kisah cintanya dan menempelkannya dinding rumah Juliet. Dari tempat itulah, Juliet bertemu dengan sekelompok wanita yang menamakan diri mereka ‘Sekertaris Juliet’ yang bertugas membalas semua surat cinta yang ditujukan untuk Juliet. Suatu hari Sophie menemukan surat yang ditujukan untuk Juliet terselip di antara batu bata dinding yang ditulis 50 tahun lalu, dari seorang gadis Inggris bernama Claire yang menceritakan tentang cinta sejatinya bernama Lorenzo. Penasaran dengan surat berusia 50 tahun itu, Sophie pun membalas surat tersebut kepada Claire. Dan secara mengejutkan, Claire bersama cucunya Charlie datang ke Verona dan bertemu dengan Sophie. Berkat surat balasan dari Sophie, Claire berniat menemui cinta lamanya yang ditinggalkannya 50 tahun lalu. Sophie pun ikut bergabung bersama Claire dan Charlie untuk menemukan Lorenzo, dan memutuskan bahwa kisah Claire ini akan menjadi bahan tulisan pertamanya untuk New Yorker.

Film ini secara keseluruhan sebenarnya cukup menarik, apalagi mengambil setting di Verona yang terkenal dengan kisah cintanya. Ide cerita juga cukup menarik, dan banyak hal yang sebenarnya bisa dieksplore dari film ini. Sayangnya, untuk film bergenre romance yang menceritakan tentang pertemuan cinta sejati, menurut saya film ini kurang dapat menunjukkan passion of love-nya  terutama pada bagian dialog dan labih cenderung berputar-putar di sekitar acara jalan-jalan Sophie, Claire dan Charlie. Sayang banget, banyak passioon yang sebenarnya bisa ditunjukkan di film ini, Sophie yang ragu dengan tunangannya dan keinginan dia yang besar untuk menjadi penulis, atau mungkin justru karena terlalu banyak itu jadi agak bingung dengan pembawaan cerita. Too much sight seeing maybe, tapi sayang juga kalau pemandangan vintage ala Italia dilewatkan begitu saja, hehehe. (nah loh..jadi labil kan gw :D). Menonton film ini juga cukup bisa membuat saya tertawa, terutama di bagian-bagian saat Claire menemui Lorenzo Bartollini yang salah. Kelihatan banget kekonyolan khas Italia, yang sok romantis, sudah tua tapi masih suka flirt sana sini, hadeeh. Amanda Seyfried tampil sangat cantik disini, wardrobe fashionnya juga keren, simple tapi lucu. Tapi yang paling bikin saya kagum justru adalah Vanessa Redgrave yang walaupun sudah tua tapi masih keliatan cantik, pas banget untuk jadi pemeran Claire. Gael Garcia Bernal, pemeran Victor juga sudah ok, very italiano. Sayangnya kharisma khas pria British kurang sukses ditampilkan oleh Christoper Egan. Too bad, since i always love British guy. hahaha

Overall, film ini masih bisa dibilang lumayan baguslah. Bisa bikin penontonnya terhibur, dan ceritanya juga lumayan inspiratif. Favorit saya di film ini adalah tagline “Cold as fish..”, yang menggambarkan kalau pria British itu cenderung dingin. Hey, karena @nicsap itu dingin makanya saya ngefans *eh? (mulai ngelantur). Kalau cewek mungkin akan berpikir, asik juga jadi Sophie bisa menjadi saksi mata kisah cinta sejati puluhan tahun, plus dapet bonus cowok ganteng. hahaha. Dah dulu ah reviewnya sebelum saya membacot lagi disini. Sempetin nonton film ini yaa... ;)
Director : Gary Winick.
Casts     : Amanda Seyfried, Christoper Egan, Vanessa Redgrave, Gael Garcia Bernal.
My Rate :
1.    It’s a must see!!
2.    Film ini seruu..
3.   Lumayan deh buat weekend.
4.    Pinjem dvd-nya aja.
5.    Mending tunggu filmnya maen di tv.

Sabtu, 11 September 2010

Sang Pencerah (2010)


"Tugas manusia di dunia adalah menjadi khalifah : pemimpin untuk dirinya sendiri"

Pada abad ke 19, kehidupan islam di Jogjakarta mengarah kepada bi'dah. Selain itu rakyat kecil hidup di dalam lingkaran kemiskinan dan kebodohan dan ditambah lagi dengan adanya sistem kerja paksa oleh kolonial Belanda. Sementara itu pihak bangsawan justru termakan politik Belanda, semakin mendekatkan diri kpd Belanda dan memisahkan jurang antara kaum priyayi dan rakyat. Para pemuka agama Islam pun tak dapat berbuat banyak, terlebih lagi banyak diantara mereka terbuai kpd kekuasaan yang diberikan pihak keraton.

Pada usia 15th, muh darwis (iksan), ingin menunaikan ibadah haji dan ingin memperdalam ajaran agama islam di mekkah, dengan harapan sekembalinya dari Mekkah ia dapat membawa perubahan kepada masyarakatnya. 5 Tahun kemudian ia kembali ke Jogja dan mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan (Lukman Sardi). Dan ia pun diangkat menjadi khatib masid besar Kauman oleh keraton.

Ajaran Hj.Ahmad Dahlan membawa kontroversi di kalangan ulama besar, krn dianggap terlalu modern dan melenceng dari nilai yg biasa dianut masyarakat setempat. Salah satu perubahan terbesar yg dibawa oleh beliau adalah memperbaiki posisi Kiblat yg salah dan mendapat tentangan besar dari ulama2 besar lainnya. Bahkan langgar tempat beliau mengajar agama sempat dihancurkan dan dituduh sebagai kafir. Peristiwa menyakitkan itu sempat membuat beliau putus asa, namun dengan dukungan orang2 terdekatnya beliau akhirnya bangkit dan tetap meneruskan perjuangannya.

KH.Ahmad Dahlan kemudian menyatakan mundur dr kepengurusan Masjid Besar. Bersama para murid setianya, ia meneruskan syiar agama. Beliau juga mendekatkan diri kpd perkumpulan Boedi Oetomo untuk bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Beliau bahkan berhasil memasukkan ajaran agama Islam ke dalam kurikulum sekolah Belanda. Bersama para muridnya, Ahmad Dahlan mendirikan sekolah Islam modern pertama di Jogjakarta. Dan dengan bantuan Boedi Oetomo, beliau mendirikan organisasi Islam bernama Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan dan kemanusiaan. Secara perlahan, dengan kegigihan dan keteguhan hati beliau, ajarannya mulai dapat diterima oleh masyarakat bahkan pada akhirnya mendapat pengakuan dari para Ulama besar.

Jalan cerita film ini sangat bagus. Menceritakan sejarah dengan kilasan cerita yang ringkas tapi tetap sesuai dengan porsinya, tanpa mengurangi makna cerita dan syiar agama. Film ini menyampaikan perjuangan dan syiar agama tanpa ada kesan menggurui ataupun menyudutkan pihak tertentu sehingga cocok untuk ditonton siapa saja bahkan bagi mereka yang non muslim atau non muhammadiyah.
Secara pribadi, film ini tidak hanya sekedar menghibur, bahkan bisa dikatakan membuka mata saya tentang banyak hal. Agama, kemanusiaan dan tentang keteguhan hati.
Dengan plot cerita yang baik, pembawaan cerita yang menarik, musik yang juga sangat bagus dan sesuai, serta didukung pula oleh akting pemain-pemainya yang maksimal (exclude ZaskiaAdyaMecca, i never like the way she acts. No offense! =D) maka menurut Saya film garapan Hanung Bramantyo ini manjadi film yang wajib ditonton dan merupakan salah satu film indonesia terbaik. So, don't waste your time, just go to the movie and feel the excitement and get the valuable life lessons.

Director : Hanung Bramantyo

Casts : Lukman Sardi, Slamet Raharjo, Ikranegara, Giring Nidji, Mario, Zaskia, Dennis Adhiswara.

My Rate :
1.It's a must see!!! ♥
2.Film ini seruu..
3.Lumayan deh buat weekend.
4.Pinjem dvd-nya aja.
5.Mending tunggu filmnya maen di tv.

PS: so sorry for lack of writing review. Krn gw nulisnya lwt blackberry, jadi gak bisa diedit banyak fontnya dan bahkan gw gak bisa insert picture. Gambarnya nyusul ya.

Kamis, 19 Agustus 2010

Jump (2009)



Jump adalah film komedi tentang sang seorang gadis desa di pedalaman Cina, bernama Pheonix yang ingin mengejar cita-citanya di kota besar.
Ia tinggal oleh ayahnya yang merupakan seorang ahli kungfu, setelah kematian ibunya Pheonix dibesarkan dan diajarkan ilmu-ilmu kungfu namun cita-cita sebenarnya adalah menjadi penari.
Suatu hari tawaran untuk bekerja di kota besar pun datang, tanpa pikir panjang Pheonix mengajukan diri dan ia terpilih untuk ikut ke kota.
Ia bekerja di pabrik garmen bersama teman-temannya, namun Pheonix tidak pernah melupakan cita-citanya untuk menjadi penari terkenal. Selain bekerja di pabrik pada siang hari, malamnya ia juga bekerja paruh waktu sebagai cleaning service di sekolah hip-hop dance. Sambil bekerja Pheonix secara diam-diam mempelajari teknik tarian hip-hop. Pelajar disana tidak suka dengan kelakuan Pheonix yang secara diam-diam ikut belajar sehingga mereka sering sekali menghina Pheonix yang hanya seorang cleaning service.
Tapi kemudian, suatu hari secara tidak sengaja Ron, cowok play boy dan kaya, pemilik sekolah tersebut melihat bakat tari Pheonix akhirnya memberi beasiswa untuk belajar tari.
Pheonix yang polos pada akhirnya terlibat dalam hubungan asmara dengan Ron. Pada masa-masa penting menjelang kompetisi hip-hop, hubungan mereka mengalami masalah sehingga mempengaruhi performance Pheonix dalam menari. Pheonix pun harus menentukan apa yang harus ia lakukan untuk dirinya dan mimpi-mimpinya.

It's so 'Step Up' wannabe. Lihat saja mulai dari tokoh utama yang diceritakan memiliki bakat alam menari yang sangat hebat, kemudian terlibat dalam hubungan asamara dengan tokoh pria yang kaya, bikin kita teringat dengan tokoh Andie di Step Up2. Belum lagi di film ini tokoh utamanya jadi cleaning service yang kemudian membuka jalannya untuk belajar tari di sekolah terkenal, jadi inget sama Tyler di Step Up. Film ini kurang kreatif dalam hal megadaptasi cerita, kalo mau copy cat, harusnya tetep kreatiflah biar masih kerasa ciri khas film ini.
Oh lupa, ciri khas film ini, Kungfu. Kalo dilihat sekilas idenya adalah menggabungkan tarian hio-hop dengan teknik kungfu. Hal tersebut dapat dilihat pada bagian akhir film, hasilnya lumayanlah, tapi masih kurang greget. Kungfu dan hip-hopnya kurang menyatu, agak kayak jalan sendiri-sendiri.
Satu lagi, film ini kan film komedi, tapi sayangnya nuansa komedinya hanya terasa di bagian-bagian awal film saja. Mulai tengah-tengah dan seterusnya kebanyakan drama, jadi kesannya nanggung. Dramanya nanggung, komedinya nanggung, ceritanya juga nanggung. Gak asik ah.... *jahat* (gw kok sok banget, padahal gak pernah bikin film, hehehe)
Padahal ya...Daniel Wu udah ganteng banget, sampe drolling2 ngeliatnya. Mungkin harusnya Stephen Chow turun langsung jadi sutradaranya biar film ini gregetnya lebih kerasa.Mending nonton di tv aja deh, palingan bentar lagi juga keluar di tv nasional. Oh iya, ada penampilan Edison Chen juga lho.

Casts      : Daniel Wu, Kitty Zhang Yuqi, Leon Jay
Director  : Stephen Fung.

Rate : 2,5/5



                                                                             pheonix on  final dance


                                                             Stephen Fung ganteng!!! *drolling*

Senin, 16 Agustus 2010

DIRGAHAYU RI 65

17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2010


 

 

Jumat, 13 Agustus 2010

TEMPLE GRANDIN (2010)


“My name is Temple Grandin. I'm not like other people. I think in pictures and I connect them.”



Film ini menceritakan tentang Temple Grandin, seorang autis yang cara berpikirnya berbeda dari kebanyakan orang. Dia melihat dunianya dalam bentuk visual, mengingat segala hal dalam potongan-potongan gambar yang detail. Dia bahkan bisa mengingat seluruh isi halaman buku hanya dengan melihatnya saja, karena cara berpikirnya cenderung seperti mem-foto objek. Namun ia memiliki masalah dalam berhubungan dengan lingkungan sosial. Keterbatasannya itu tidak jarang membawanya ke dalam konflik dengan teman-temannya sehingga ia sempat dikeluarkan dari sekolah. Beruntung ibunya kemudian menemukan sebuah sekolah asrama yang mempertemukannya dengan Prof.Carlock., seorang guru science yang menjadi sahabat Temple. Prof.Carlock inilah yang menemukan bakat terpendam Temple dalam hal science, dan membimbing Temple menjadi seorang murid yang brillian.

Pada suatu musim panas, Temple berkunjung ke peternakan Bibinya dan ia banyak belajar berinteraksi dengan hewan. Dari pengamatannya pada hewan ternak bibinya, ia kemudian menemukan ‘squeeze machine’ yaitu sebuah mesin yang dapat membantunya menenangkan diri di saat sedang gelisah dan menjadi penemuan pertamanya. Ia juga belajar memahami emosi hewan, dan ia merasa nyaman jika berada di sekeliling hewan ternak bibinya.

Berbekal pengalamannya di sekolah asrama dan peternakan bibinya, ia kemudian meneruskan pendidikan ke fakultas science, kemudian mengambil master peternakan dan juga berhasil mendapat gelar doktoral. Temple menemukan sistem pemotongan hewan ternak yang lebih baik serta efisien bagi hewan dan pengusaha. Ia menjadi seorang ahli dalam perilaku hewan ternak, dan membuktikan pada dunia bahwa autis bukanlah sesuatu yang mengerikan, seorang autis hanya memiliki cara pandang yang berbeda dan mereka juga bisa membuat hidup mereka bermanfaat bagi lingkungan seperti halnya orang-orang lainnya.



Film yang diangkat dari kisah nyata ini sebenarnya bukan film bertema autis pertama yang saya tonton, tapi film ini, menurut saya memiliki jalan cerita yang lebih positif. Yang saya paling suka adalah, walaupun sebagai seorang autis yang cenderung memiliki banyak hambatan, tetapi dalam film ini sikap optimis tokoh2nya lebih ditonjolkan, jadi kesan yang saya rasakan terhadap tokoh utamanya adalah kagum, tidak hanya simpatik atau drama berlebihan yang biasanya diangkat pada film bertema autistic lain. Film ini dapat membuka mata kita, bahwa autis itu bukan penyakit, mereka hanya berbeda dan mereka juga bisa hidup mandiri sama seperti kita, mereka juga bisa berhasil kalau mereka memiliki kemauan, mereka tidak aneh, freak atau bodoh karena mereka hanya berbeda. Seperti kata Mrs.Grandin dalam film ini “different, but not less”. Bahkan dalam banyak kasus seorang autis bahkan bisa lebih cerdas daripada orang lainnya.

I think we should watch this movie, it can open a new perspective about life. So, enjoy....and see the positive energy that Temple brought us through her amazing life journey.



Director : Mick Jackson

Casts : Claire Danes, Julia Ormond, David Strathairn, Charles Baker, Catherine O’Hara

Rate : 4,5/5

Minggu, 11 April 2010

Quote Of The Day

"Every story has an end. But in life, every ending is just a new beginning". 
-Uptown Girl (2003)-

Kamis, 08 April 2010

Alice In Wonderland : The Survey


Survey...Survey...Survey...

Hello moviegoers,,,i’m back on blogging!
Uhm,, i’ll might be gone again, when i’m busy again with my thesis. For now, i’m giving you guys the result of my Alice In Wonderland’s Survey. It was a small survey, but hope you’ll like it.
Alice In Wonderland, salah satu film yang paling ditunggu-tunggu awal di tahun 2010. Disutradarai oleh Tim Burton, salah satu sineas hebat yang sudah membuat karya-karya hebat. Film dengan promosi yang luar biasa meriah, dan trailer yang bikin semua orang penasaran dan juga diangkat dari cerita yang sudah terkenal. Alice In Wonderland. Disney.
Tim Burton. Alice In Wonderland. Disney. (kombinasi yang menjanjikan bukan??)
Saya rasa kebanyakan dari kita sudah menonton Alice In Wonderland garapan Tim Burton ini. Kalau buat saya pribadi, I Love this movie, nonton Alice menyenangkan buat saya. The wardrobe (don’t you guys love the dresses, all the outfits?? hohoho), the imagination, the character (my fave is Mad Hatter of course, and ceshire cat) tapi memang saya selalu suka sama Alice In Wonderland versi klasiknya maupun versi tahun 2010 ini. FYI,Alice In Wonderland is one of my fave fairy tale when i was a kid (bahkan mungkin sampai sekarang). Saya selalu excited kalau diajak mendiskusikan film ini dengan teman-teman saya. Tapi, dari diskusi-diskusi itu membuat saya sedikit kaget karena ternyata...diantara sekian banyak yang suka sama film ini, gak kalah banyak juga yang enggak suka sama film ini. Makanya saya bikin survey kecil2an hanya pengen tau reaksi orang2 tentang film ini dan komentar mereka apa. Survey ini bukan survey yang serius, just for fun, jangan dianggap ilmiah loh ya.... Dan total ada 13 orang yang ikutan survey ini. Makasih ya buat yang udah rela ikutan survey ini.
And here are THE RESULTS.
1.    Kamu nonton Alice In Wonderland versi yang mana?
a.3D  (20%)   b.2D (80%)
2.    Suka sama filmnya atau enggak?
a.       Suka banget (8%)-1vote      b. Suka. (30%)-4 vote
c.       Biasa aja       (54%)-7 vote   d. Enggak suka. (8%)-1vote

3.    Sehabis nonton, merasa puas apa enggak?
a.       Puas (31%)-4 vote           b. Enggak (69%)- 9vote

4.    Pilih 3D atau 2D ?
3D. (only 3 vote). Sisanya gak menjawab pertanyaan ini. Ada beberapa email yg error dan emang ada beberapa juga yang sengaja gak menjawab pertanyaan ini . :)

5.    Sekilas rangkuman tentang komentar-komentar mereka.
Dimulai dari yang negatif dulu yaaa..., Komentar terbanyak yang muncul di survey ini adalah Bad Ending. Mulai dari gampang ditebak, ending yang aneh, sampai tidak memuaskan. Beberapa juga bilang kalau ceritanya standar,plot standar, plot gak jelas, filmnya gak ada gregetnya, gak menghibur, klimaksnya gak dapet, gak menantang sampai biasaaa banget. Ada juga yang berpendapat kalau film ini banyak hal yang mengganggu, jadi kurang menghibur(wow!!). Bahkan, ada juga nih yang bilang kalau ternyata nonton film ini termasuk ketegori buang-buang duit. Ada juga yang katanya sampai ketiduran nonton film ini (tanya deh sama @bellaracing , temen dia ada yang ketiduran waktu nonton ini). Waduhh...!  ow..ow..ow..
Sementara, beberapa komentar positif yang muncul di servey ini adalah...pesan moralnya bagus,efeknya bagus, animasinya amazing banget, yang kalau katanya @netkirei “warna-warni disana sini tapi gak terkesan anak-anak”. Aku setuju banget sama @netkirei (oops..pendapat pribadi seharusnya gak dimasukin disini nih, hehehe =D ). Hampir semua setuju kalau sinematografinya bagus, dan suka banget sama kombinasi gambar di film ini. Dan, semua surveyor cewek sepakat kalau wardrobe di film ini lucu-lucu banget, they all love Alice’s dresses.
Kesimpulan saya tentang komentar. (Hmm,,,karena ini survey jadi saya mencoba seobjektif mungkin membuat kesimpulan ini, dan menyusun kesimpulan berdasarkan survey)
Kalau dilihat dari komentar negatif-dan positifnya, lebih banyak komentar negatif tentang film ini. Bisa dilihat juga di hasil survey, lebih banyak yang gak puas menonton film ini dan menganggap film ini biasa saja. Ternyata banyak yang menganggap cerita film ini kurang ‘mengena’, walaupun ada juga yang suka tapi tetap lebih banyak komentar miring. Wah, Tim Burton harus hati-hati nih..hehehe, karena menurut saya cerita yang bagus dan disukai penonton adalah faktor yang sangat penting yang harus ada untuk mengkategorikan sebuah film itu bagus atau enggak. Gak cuman memikirkan gambar dan efek yang keren saja. Hmm...hm....(kenapa saya jadi sok ceramahin om Burton?). Walaupun film ini dapat banyak pujian dari banyak orang di luar sana dan masuk daftar film terlaris, tetapi harus diakui kalau film ini Lower than expectation. Yep, lower than expectation , mungkin kalimat itu yang paling pas untuk jadi kesimpulan akhir hasil survey ini. (sedih sekali rasanya harus bikin kesimpulan seperti itu).  :(
(Jadi bertanya-tanya, apa mungkin saya suka film ini karena sejak kecil saya memang ngefans sama cerita dongeng ini jadi terlalu excited nontonnya yah?? Hmm...)
Tapi, saya rasa komentar negatif atau positif itu wajar saja. Everything in this world have their own lover and hater. Titanic saja, film yang bikin banyak orang tetep menangis walaupun udah nonton berkali-kali, pasti juga ada yang gak suka, salah satunya saya. Hehehe (nah loh fit,,kok curhat?!?!).hohoho
But still, I Love Alive In Wonderland. And i think it’s a MUST SEE movie!! ♥♥♥

PS : Special thanks to all survey contributors. 
Trixy Firsani, Isabella Mulia Rymi, Ika Rinayu, Satrio N Istiko, Bramanyo CA, Made Gita N, Dinda R, Aryo Arvianto, Septianesty S, Amir Syarif Siregar, Hernari, Angesti Drea dan Nadia.

Senin, 22 Maret 2010

The Imaginarium Of Doctor Parnassus




"Do you dream? Or should I say... can you put a price on your dreams?"
 
Nah, ini dia nih. Film yang hampir bikin saya putus asa nunggu kemunculannya di Surabaya. From the very first time, waktu liat trailernya film ini udah masuk daftar film yg harus ditonton. Tapi gak tau kenapa, film ini gak kunjung release juga di bioskop sini. Akan tetapi...suatu hari saya datang ke toko dvd 'ori'(yah gak usah malu ngaku deh ya kalo kebanyakan dari kita juga pelanggan setia 'ori-ori' yang jenis ini,,it was wrong but we do love this kind of sin. haha), dan dari kejauhan saya seperti melihat cover dvd yang berkilauan dan langsung mendatanginya, dan ternyata itu adalah dvd Dr Parnassus ini. Seperti mendapat harta karun, menemukan kulkas penuh ice cream di gurun sahara, tanpa pikir panjang saya langsung nyamber dvd ini. Hohoho...saya suka film imajinasi!!! ^^v


 

Film ini bercerita tentang Dr.Parnassus (Christoper Plummer) yang dimasa mudanya, saat ia masih menjadi biksu, membuat pertaruhan dengan iblis yaitu Mr.Nick dimana ia mendapatkan Keabadian dan kekuatan imajinasi yang luar biasa. Selama ribuan tahun ia berkelana dari satu tempat ke tempat lain membuat pertunjukan dari kereta karavannya, di setiap pertunjukannya tiap penonton mendapat kesempatan untuk bergantian masuk ke dalam cermin imajinasi dimana mereka dan di dalam 'ruang imajinasi' itu dan harus memilih antara kebenaran atau kegelapan dan mereka harus membuat pilihan yang benar untuk dapat merasa terlahir kembali atau selamanya akan hilang tenggelam dalam ruang imajinasi. Namun tak ada yang tahu bahwa beberapa abad sejak pertaruhan awalnya dengan Mr.Nick, Dr. Parnassus membuat perjanjian baru dengan sang iblis untuk menikahi wanita yang dicintainya. Dalam perjanjian tersebut Mr.Nick berjanji akan membuat Dr.Parnassus kembali muda dan sebagai imbalannya Dr.Parnassus harus memberikan anak pertamanya kepada Mr.Nick(Tom Waits), saat sang anak berusia 16 tahun. Ia pun memiliki seorang putri yang bernama Valentina.

Tanpa terasa belasan tahun berlalu sejak Valentina (Lily Cole) lahir. Valentina akan berulang tahun yang ke16 dalam beberapa hari kedepan, Mr.Nick pun sudah datang untuk mengingatkan Dr.Parnassus tentang perjanjian mereka. Dr. Parnassus yang sangat menyayangi Valentina sangat khawatir dan hampir putus asa. Sampai suatu hari anggota karavannya Anton(Andrew Garfield), Percy(Verne Toyer), dan Valentina menyelamatkan seorang pria bernama Tony (Heath Ledger) yang hampir mati tergantung di bawah jembatan. Karena sebuah ramalan, Dr.Parnassus percaya bahwa pria itulah yang ditakdirkan untuk menyelamatkan Valentina dari sang iblis Mr.Nick.

Saya gak akan cuap-cuap banyak tentang jalan cerita film ini, karena banyak kejutan yang menanti kalian di film ini. J


 

Dazzling. Pretty. Beyond Imagination. Saya rasa tiga kata itu pas banget menggambarkan film ini karena saya emang cukup dibuat terpukau oleh film ini. Terlebih lagi dengan adanya penampilan keren dari alm Heath Ledger, plus si ganteng Jude Law dan Collin Farrell. Lily Cole juga tampil cantik di film ini dan aktingnya juga lumayan. Beberapa orang yang sudah menonton film ini sebenarnya bilang kalau mereka kurang bisa menikmati film ini, adik saya bahkan nonton film ini sambil sms-an dan itu sangat tidak biasa. Well, saya bisa mengerti kalo ada yang bingung dengan film ini, dari cerita imajinasi satu ke imajinasi yang lain (terutama di bagian akhir-akhir film ini) berganti dengan sangat cepat as if they lived in pararrel world. Tapi itulah imajinasi bukan? Kadang-kadang kita membayangkan sesuatu dalam hitungan detik dan beberapa detik kemudian imajinasi kita udah berubah skenario dan gambarannya sudah berbeda jauh dibandingkan sebelumnya. Film ini walaupun seperti parade imajinasi, namun didalamnya penuh dengan pesan moral. Hal ini sangat terlihat melalui adegan setiap partisipan yang masuk ke dalam cermin ajaib Dr.Parnassus dimana mereka harus memilih antara baik dan buruk, between light and gloom, dan untuk menemukan diri mereka yang sesungguhnya dengan melawan semua godaan hasrat terbesar mereka yang sangat menggiurkan. Film ini ikut menegaskan bahwa immortality, huge power itu gak seindah yang kita bayangkan, seperti yang Mayla Fayza bilang that we should accept life as it is, but do grow with it.

You guys should watch this movie and feel the world of imagination. !


 Director : Terry Gilliam

Casts : Heath Ledger, Jude Law, Collin Farrell, Christoper Plummer, Tom Waits, Lily Cole, Andrew Garfield.

My Rate :

  1. It's a must see!!
  2. Film ini seruu..
  3. Lumayan deh buat weekend.
  4. Pinjem dvd-nya aja.
  5. Mending tunggu filmnya maen di tv.

 


 


 

Blog Template by YummyLolly.com