Senin, 22 Maret 2010

The Imaginarium Of Doctor Parnassus




"Do you dream? Or should I say... can you put a price on your dreams?"
 
Nah, ini dia nih. Film yang hampir bikin saya putus asa nunggu kemunculannya di Surabaya. From the very first time, waktu liat trailernya film ini udah masuk daftar film yg harus ditonton. Tapi gak tau kenapa, film ini gak kunjung release juga di bioskop sini. Akan tetapi...suatu hari saya datang ke toko dvd 'ori'(yah gak usah malu ngaku deh ya kalo kebanyakan dari kita juga pelanggan setia 'ori-ori' yang jenis ini,,it was wrong but we do love this kind of sin. haha), dan dari kejauhan saya seperti melihat cover dvd yang berkilauan dan langsung mendatanginya, dan ternyata itu adalah dvd Dr Parnassus ini. Seperti mendapat harta karun, menemukan kulkas penuh ice cream di gurun sahara, tanpa pikir panjang saya langsung nyamber dvd ini. Hohoho...saya suka film imajinasi!!! ^^v


 

Film ini bercerita tentang Dr.Parnassus (Christoper Plummer) yang dimasa mudanya, saat ia masih menjadi biksu, membuat pertaruhan dengan iblis yaitu Mr.Nick dimana ia mendapatkan Keabadian dan kekuatan imajinasi yang luar biasa. Selama ribuan tahun ia berkelana dari satu tempat ke tempat lain membuat pertunjukan dari kereta karavannya, di setiap pertunjukannya tiap penonton mendapat kesempatan untuk bergantian masuk ke dalam cermin imajinasi dimana mereka dan di dalam 'ruang imajinasi' itu dan harus memilih antara kebenaran atau kegelapan dan mereka harus membuat pilihan yang benar untuk dapat merasa terlahir kembali atau selamanya akan hilang tenggelam dalam ruang imajinasi. Namun tak ada yang tahu bahwa beberapa abad sejak pertaruhan awalnya dengan Mr.Nick, Dr. Parnassus membuat perjanjian baru dengan sang iblis untuk menikahi wanita yang dicintainya. Dalam perjanjian tersebut Mr.Nick berjanji akan membuat Dr.Parnassus kembali muda dan sebagai imbalannya Dr.Parnassus harus memberikan anak pertamanya kepada Mr.Nick(Tom Waits), saat sang anak berusia 16 tahun. Ia pun memiliki seorang putri yang bernama Valentina.

Tanpa terasa belasan tahun berlalu sejak Valentina (Lily Cole) lahir. Valentina akan berulang tahun yang ke16 dalam beberapa hari kedepan, Mr.Nick pun sudah datang untuk mengingatkan Dr.Parnassus tentang perjanjian mereka. Dr. Parnassus yang sangat menyayangi Valentina sangat khawatir dan hampir putus asa. Sampai suatu hari anggota karavannya Anton(Andrew Garfield), Percy(Verne Toyer), dan Valentina menyelamatkan seorang pria bernama Tony (Heath Ledger) yang hampir mati tergantung di bawah jembatan. Karena sebuah ramalan, Dr.Parnassus percaya bahwa pria itulah yang ditakdirkan untuk menyelamatkan Valentina dari sang iblis Mr.Nick.

Saya gak akan cuap-cuap banyak tentang jalan cerita film ini, karena banyak kejutan yang menanti kalian di film ini. J


 

Dazzling. Pretty. Beyond Imagination. Saya rasa tiga kata itu pas banget menggambarkan film ini karena saya emang cukup dibuat terpukau oleh film ini. Terlebih lagi dengan adanya penampilan keren dari alm Heath Ledger, plus si ganteng Jude Law dan Collin Farrell. Lily Cole juga tampil cantik di film ini dan aktingnya juga lumayan. Beberapa orang yang sudah menonton film ini sebenarnya bilang kalau mereka kurang bisa menikmati film ini, adik saya bahkan nonton film ini sambil sms-an dan itu sangat tidak biasa. Well, saya bisa mengerti kalo ada yang bingung dengan film ini, dari cerita imajinasi satu ke imajinasi yang lain (terutama di bagian akhir-akhir film ini) berganti dengan sangat cepat as if they lived in pararrel world. Tapi itulah imajinasi bukan? Kadang-kadang kita membayangkan sesuatu dalam hitungan detik dan beberapa detik kemudian imajinasi kita udah berubah skenario dan gambarannya sudah berbeda jauh dibandingkan sebelumnya. Film ini walaupun seperti parade imajinasi, namun didalamnya penuh dengan pesan moral. Hal ini sangat terlihat melalui adegan setiap partisipan yang masuk ke dalam cermin ajaib Dr.Parnassus dimana mereka harus memilih antara baik dan buruk, between light and gloom, dan untuk menemukan diri mereka yang sesungguhnya dengan melawan semua godaan hasrat terbesar mereka yang sangat menggiurkan. Film ini ikut menegaskan bahwa immortality, huge power itu gak seindah yang kita bayangkan, seperti yang Mayla Fayza bilang that we should accept life as it is, but do grow with it.

You guys should watch this movie and feel the world of imagination. !


 Director : Terry Gilliam

Casts : Heath Ledger, Jude Law, Collin Farrell, Christoper Plummer, Tom Waits, Lily Cole, Andrew Garfield.

My Rate :

  1. It's a must see!!
  2. Film ini seruu..
  3. Lumayan deh buat weekend.
  4. Pinjem dvd-nya aja.
  5. Mending tunggu filmnya maen di tv.

 


 


Sabtu, 06 Maret 2010

when the time is running to fast...



hi people...

belakangan ini saya sibuk sekali!!! the academic project and my personal projects semuanya numpuk di depan mata. Dan akhirnya gak punya waktu nge-review film nih..hu..hu..hu..
Saking susah nyari waktu nonton Alice in Wonderland pas hari jumat kemaren aja disempet-sempetin saking ngebetnya nonton. Padahal udah capek banget.

Sekarang ini udah ada 4 film yang nunggu di review...
1.My Name Is Khan
2.Julie & Julia
3.The Imaginarium of Dr.Parnassus
4.Alice In Wonderland

huwaaaa....moga-moga, setelah hari senin ada waktu kosong buat nge review semuanyaa.
hiks..hikss...


PS : maaf ya..jadi curhat. bukannya nge review.. :) hehe

Kamis, 25 Februari 2010

HACHIKO “A Dog’s Story” : review




"never forget those whom you love"


 

A movie for a pet's lover. Especialy to those who are dog's lover.


 

Film ini menceritakan tentang Hachi, seekor anjing akita yang tersesat di sabuah stasiun kecil. Tetapi Hachi beruntung karena bertemu dengan seorang profesor musik, Parker Wilson (Richard Gere) yang bersedia menampungnya untuk sementara sambil menunggu pemiliknya. Selama Hachi ditampung di rumah Parker , dia dan keluarganya memperlakukan Hachi seperti anjing mereka sendiri. Diantara Parker dengan Hachi seperti ada kedekatan yang spesial. Walaupun awalnya istri Parker, Kate(Joan Allen), sempat menentang keberadaan Hachi tetapi melihat kedekatan mereka berdua hati Kate luluh juga. Hachi pun akhirnya menjadi anjing peliharaan keluarga Wilson. Setiap pagi Hachi mengantarkan majikannya pergi ke stasiun untuk berangkat kerja dan saat sore hari kembali ke stasiun untuk menjemputnya. Sampai pada suatu hari majikannya meninggal, tetapi Hachi masih setia menunggu majikannya di stasiun selama 10 tahun. Kisah tentang Hachi pun menarik perhatian masyarakat dan banyak yang terinspirasi oleh kesetiaan Hachi pada majikannya. Salah satunya adalah cucu prof.Wilson yang menjadikan sosok Hachi sebagai pahlawan dalam hidupnya.

Cerita ini diangkat dari kisah nyata tentang anjing bernama Hachiko yang berasal dari Jepang. Pemilik Hachi adalah Prof. Ueno, meninggal pada tahun 1935. Pada masa hidupnya Hachi selalu menunggu Prof Ueno yang sepulang bekerja di stasiun Shibuya. Namun setelah pemiliknya itu meninggal, Hachi masih tetap setia menunggu majikannya selama 9 tahun sampai akhirnya ia sendiri meninggal di tahun 1934. Kisah Hachi yang setia pada majikannya ini banyak menginspirasi masyarakat Jepang hingga dibuatkan sebuah patung di depan stasiun Shibuya untuk mengenang Hachi.


 

Sangat menyentuh! Itu kesan yang saya rasakan selama menonton film ini. Kisah persahabatan, kesetiaan, dan kasih sayang dihadirkan dalam bentuk sedikit berbeda dari kebanyakan. Walau film tentang hubungan manusia dan hewan lumayan sering diangkat ke layar lebar, tetapi kisah Hachiko ini benar-benar mengharukan dan menyentuh. Hachiko mengingatkan saya pada Lassie, yang juga seekor anjing cerdas yang bersahabat dengan manusia. Film ini sangat dapat menggambarkan hubungan yang erat antara hewan dan manusia. Tanpa harus dialog yang banyak dan panjang, tetapi emosi di film ini bisa membuat kita ikut juga merasakan. Buat yang sayang hewan pasti akan suka dengan film ini. U gotta see it!! ♥♥


 

Director : Lasse Halstrom

Casts : Richard Gere, Joan Allen, Hiroyuki Tagawa


 

My Rate :

  1. It's a must see!!
  2. Film ini seruu..
  3. Lumayan deh buat weekend.
  4. Pinjem dvd-nya aja.
  5. Mending tunggu filmnya maen di tv.
 
  

and here's hachiko statue at Shibuya station: 

 

 


 

21 : review



"winner winner, chicken dinner"


 

Film ini sebenarnya sudah saya tonton sejak lama tapi salah satu temen saya, @ikarinayu nge-request film ini untuk di review. Dan sebagai teman yang baik (cie...) film ini akhirnya diriview juga. Ahahaha, sepertinya si ika suka banget sama film ini, dia juga bikin quote baru untuk film ini. It is "winner winner chicken dinner, loser loser singkong dinner"... ck,,ck,,ck,, (-.-)'


 

Film ini sendiri bercerita tentang pemuda jenius berumur 21 tahun, murid MIT bernama Ben Campbell (Jim Sturgess) yang bercita-cita masuk ke fakultas kedokteran Harvard tetapi tidak punya uang untuk membiayai kuliahnya dan usahanya mengajukan beasiswa untuk kuliah juga ditolak. Hingga suatu hari secara tidak sengaja ia direkrut ke dalam sebuah tim yang mencari uang dengan cara 'mencurangi' sistem perjudian di vegas. Karena sangat membutuhkan uang itu untuk kuliah kedokteran akhirnya Ben menerima tawaran tersebut dan bergabung ke dalam tim yang beranggotakan 6 orang tersebut yaitu Choi (Aaron Yoo), Fisher(Jacob Pits), Jill(Kate Bosworth), Kianna (Liza Laphira) dan Micky Rosa(Kevin Spacey) dosennya sendiri. Ben dilatih untuk dapat memenangkan permainan black jack dengan cara menghitung kartu yang keluar, menghafalkan kode untuk berkomunikasi dengan tim dan membaca variabel kartu-kartu agar dapat memenangkan taruhan di meja judi. Dengan kejeniusannya Ben tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari semua sistem tersebut. lalu dimulailah petualangan Ben bersama tim-nya ke Las Vegas. Pada awalnya semua berjalan mulus, mereka memenangkan uang dalam jumlah besar dan merasakan pengalaman week end yang super mewah di Vegas. Tetapi masalah kemudian berdatangan satu per satu, mulai dari perpecahan tim, kehilangan kepercayaan sahabatnya, dan sampai akhirnya tertangkap petugas keamanan kasino. Ben akhirnya menyadari bahwa resiko dari apa yang dia dan timnya lakukan sangat besar, bukannya mendapatkan uang puluhan ribu dolar untuk membiayai sekolah kedokteran tetapi ia malah harus kehilangan hasil jerih payahnya. Tapi siapa sangka justru pengalaman 'ilegal'-nya di Vegas itulah yang membuka jalan untuk memperoleh apa yang ia inginkan.


 

Film ini menyenangkan karena penuh dengan trik-trik menarik yang membuat kita ingin ikut terjun ke dalam permainan Ben. Tetapi memang harus diakui daya tarik utama di film ini adalah pemeran utamanya yang ganteng aka Jim Sturgess. Hehehe,,,saya memang ngefans sama dia sejak melihat penampilannya di Across The Universe. Akting Jim Sturgess di film ini menurut saya juga bagus, walaupun sebenarnya tampangnya terlalu bagus untuk menjadi mahasiswa yang bisa dikatakan 'sama sekali gak dianggap' di kampusnya (kalau di kampus saya, sudah pasti cowok se-kinclong dia jadi pusat perhatian cewek2). Film ini juga dipermanis denga penampilan Kate Bosworth, yang berperan sebagai Jill, rekan tim black jack dan sekaligus pacar Ben. Tetapi penampilan bintang besar Kevin Spacey kurang dapat menarik perhatian saya, mungkin saya sudah keburu ilfeel mengingat penampilannya di Superman Returns sebagai Lex Luthor yang menurut saya aneh sekali. (-,-)", tapi itu hanya pendapat saya saja lho ya..sebenernya aktingnya bagus tp aku gak suka. kalo gak setuju juga gak apa2 kok. Disini bebas2 aja mau berpendapat,gak dosa juga hehehe.


 

Director    : Robert Lucetic

Casts    : Kevin Spacey, Jim Sturgess, Kate Bosworth


 

My Rate :

  1. It's a must see!!
  2. Film ini seruu..
  3. Lumayan deh buat weekend.
  4. Pinjem dvd-nya aja.
  5. Mending tunggu filmnya maen di tv.
 
 

 

Sabtu, 13 Februari 2010

Valentine’s Day : Review



"It's Valentine's Day, where love is all around"  


 

Hey,,Valentine's day is coming!!! Where love is all around just like on the other days but only in this special day, we got some bonus of romantic decorations like almost in everywhere, some romantic movies and some love gifts. So i'm giving you this review on this february 14th, the date of val's day.


 

Valentine's Day bercerita tentang berbagai kisah cinta, mulai dari cinta monyet sampai everlasting love yang mungkin kita temukan di sekitar kita di hari Valentine. Mulai dari Reed Bennet (Ashton Kutcher) seorang pemilik toko bunga yang melamar pacarnya Morely Clarkson (Jessica Alba) di pagi hari valentine, tetapi pacarnya belum siap dengan komitmen. Sedangkan sahabat Reed yaitu Julia Fitzpatrick (Jennifer Garner) yang harus menerima kenyataan bahwa ternyata pacarnya Harrison Copeland (Patrick Dempsey) telah memiliki seorang istri. Lalu ada Kara Monahan (Jessica Biel) sahabat Julia yang sangat membenci hari valentine. Ada juga Kate (Julia Roberts), seorang kapten militer yang bertemu dengan Holden (Bradley Cooper) di pesawat. Lalu Sean Jackson (Eric Dane) atlit kontroversial yang mengumumkan kepada pers bahwa ia adalah seorang gay.

Lain lagi dengan cerita cinta masa SMA Tyler Harrington (Taylor Lautner) dan Samantha Kenny (Taylor Swift) sepasang anak muda yang sedang jatuh cinta dan saling tergila-gila satu sama lain. Juga teman mereka yang berpacaran yaitu Grace (Emma Roberts) dan Alex (Carter Jenkins) yang di hari valentine berencana having sex untuk pertama kalinya. Ada juga cerita cinta monyet si kecil Edison (Bryce Robinson) yang ingin memberikan hadiah valentine kepada orang yang disukainya. Dan tidak ketinggalan kisah everlasting love kakek-nenek Edison, Estelle (Shirley Maclaine) yang mengakui affair masa lalunya kepada suaminya Edgar (Hector Elizondo). Ada juga kisah cinta Liz(Anne Hathaway) dan Jason (Topher Grace). Dalam film ini tiap cerita cinta memiliki keunikannya sendiri dan menceritakan bagaimana mereka membuka hati untuk melihat cinta mereka yang sebenarnya. The love stories here is everybody's love story, yang bisa kita lihat dan temukan di mana saja atau bahkan pernah kita alami sendiri.


 

Valentine's Day adalah salah satu film yang saya tunggu di tahun 2010. Sejak melihat trailernya dan penampilan bintang-bintang besar yang berakting di film ini menambah rasa penasaran saya untuk menonton. Cerita film ini cukup simple dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Konsep film ini mirip dengan salah satu film romantis favorit saya yaitu Love Actually tapi dengan gaya yang sangat khas Amerika, hanya saja feel cerita di film ini kurang begitu terasa terutama kalau dibandingkan dengan Love Actually. Tapi,dengan nama-nama besar di film ini kualitas akting pemainnya tidak perlu diragukan lagi, bahkan akting Taylor Swift lumayan bagus di penampilan perdananya ini. Film ini sangat romantis dan pas banget untuk tontonan di hari valentine. Tadinya akumau kasih rate no.3 untuk film ini, tapi karena val's day, yang momentnya sangat pas untuk film ini aku kasih bonus jadi rate no.2 deh untuk film Garry Marshall ini. hehehe
Happy Val's day and Happy Chinese New Year everyone!!! Gong Xi Gong Xi and love is all around. hahaha...
 

Director : Garry Marshall

Starring : Jessica Alba, Julia Roberts, Jessica Biel, Jennifer Garner, Ashton Kutcher, Bradley Cooper, Emma Roberts, Taylor Lautner, Taylor Swift, Carter Jenkins, Anne Hathaway, Topher Grace, Shirley Maclaine, Hector Elizondo, Queen Latifah, Patrick Dempsey, Jamie Foxx.


 

My Rate :

  1. It's a must see!!
  2. Film ini seruu..
  3. Lumayan deh buat weekend.
  4. Pinjem dvd-nya aja.
  5. Mending tunggu filmnya maen di tv.

 

Kamis, 11 Februari 2010

From Paris With Love : Review



Sekilas dari judulnya film ini terkesan romantis. Paris identik dengan hal-hal yang romantis, ditambah dengan 'with love', kedengarannya sangat romantis. Tapi semua itu salah!! Film ini penuh dengan tembakan pistol, perkelahian, ledakan dan darah. Hanya sebagian kecil dari film ini yang disisakan untuk hal-hal berbau romantis.


 

From Paris With Love, bercerita tentang seorang asisten duta besar USA di Prancis bernama James Reese yang diperankan oleh Jonathan Rhys Meyers. Sebagai seorang staf ahli kedutaan, karir James terbilang cemerlang dengan prestasi kerja yang baik dan sangat dipercaya oleh atasannya. Hidupnya juga disempurnakan dengan hubungannya dengan Caroline(Kasia Smutniak), pacar yang sangat disayanginya. Tetapi ternyata dibalik semua itu ia masih menyimpan ambisi untuk menjadi agen rahasia. Telah banyak usaha yang dilakukan untuk melobi petinggi intel untuk memasukkannya ke dalan jajaran agen rahasia termasuk menerima tugas untuk menyelundupkan alat penyadap di kantor Menteri Luar Negeri Prancis.

Hingga pada suatu malam, ia mendapat telepon dari dinas agen rahasia untuk mengawal dan mendampingi seorang agen rahasia eksentrik bernama Charlie Wax (John Travolta) yang baru saja ditugaskan di Paris. Pada awalnya James sangat kaget dengan cara kerja Charlie yang aneh dan sedikit sadis, namun agar bisa menjadi agen rahasia tetap ia mencoba bertahan. Bersama Charlie, James harus menghadapi penjahat-penjahat internasional mulai dari pedagang narkoba asal Cina hingga teroris asal Pakistan. Banyak hal yang mengejutkannya selama bekerja dengan Charlie hingga James menyadari bahwa kehidupan yang ia punya tidak sesempurna yang ia bayangkan.


 

Kocak. Itu kesan yang paling saya rasakan selama menonton film ini. Aksi-aksi John Travolta sebagai Charlie Wax sebagai agen rahasia eksentrik dan semaunya sendiri sukses mengocok perut saya selama menonton film ini. He's so effortlessly funny. Kesan angker dan serius yang identik dengan seorang agen rahasia sama sekali tidak terlihat pada Charlie, bahkan terkesan lucu tapi tetap cerdas dan sedikit mengingatkan saya kepada Robert Downey Jr di film Sherlock Holmes. Jonathan Rhys Meyers juga bermain cukup baik di film ini, dengan tampangnya yang ganteng dan perannya sebagai staf ahli yang cerdas tapi polos membuat film ini semakin menarik. Namun menurut saya daya tarik utama film ini adalah aksi dari John Travolta itu sendiri walaupun tokoh yang diperankan Jonathan Rhys Meyers sebagai James Reese dan Kasia Smutniak sebagai Caroline merupakan tokoh kunci dari konflik cerita film ini.

Secara keseluruhan film ini sangat bagus. Dengan adegan action, komedi dan bumbu-bumbu cerita romantis membuat film ini seru untuk ditonton tetapi ending film ini kok agak sedikit aneh, ada kesan 'belum selesai' di ending cerita film ini. Apa ini pertanda akan ada sekuelnya? From Bali with Love mungkin..atau From Islamabad with Love?hehehe.. (nah loh.. mulai ngayal). Well, who knows? Kita lihat saja nanti. Tapi untuk saat ini lets just enjoy this movie.


 

Happy watching!!


 

Director : Pierre Morel

Casts : John Travolta, Jonathan Rhys Meyers, Kasia Smutniak, Richard Durden.

 
My Rate : 

1.    It’s a must see!!
2.    Film ini seruu..
3.    Lumayan deh buat weekend.
4.    Pinjem dvd-nya aja.
5.    Mending tunggu filmnya maen di tv.







Sabtu, 30 Januari 2010

Review : Beautiful Boxer (2004)



"He fights like a man so he can become a woman"


 

Salah satu hal yang kurang dari Surabaya adalah festival-festival film yang sangat jarang dan publikasinya sering gak maksimal. Termasuk untuk film indie, agak susah untuk mendapatkan film indie di Surabaya jika dibandingkan dengan di Jakarta. But thanks to Metro TV yang setiap hari sabtu menayangkan program Movie World yang memutar film-film peraih penghargaan internasional, dan dari situlah saya menemukan film Beautiful Boxer ini. Rasanya seperti disodori harta karun saja, hehehe.

 
Film ini diangkat dari kisah nyata, tentang seorang waria yang menjadi thai boxer terkenal di Thailand. Nang Toom (Asanee Suwan),the boxer, dibesarkan dalam keluarga kurang mampu di sebuah daerah kecil di Thailand. Sejak kecil ia sudah menunjukkan tanda-tanda 'kewanitaan' seperti suka menari, berdandan, dan benci kekerasan sehingga ia sering menjadi korban bullying temannya bahkan adiknya sendiri. Orang tua Nang Toom yang khawatir akan perkembangan kejiwaan anaknya memutuskan mengirim Nang Toom ke vihara untuk menjadi biksu. Namun selama menjadi biksu pun Nang Toom yang berusaha keras untuk melawan ketertarikannya terhadap hal-hal yang berbau feminisme tetap tidak bisa mengalihkan perhatiannya terhadap hal-hal tersebut dan akhirnya ia memutuskan untuk berhenti jadi biksu. Keluarganya akhirnya menyerah menerima keadaan Nang Toom. Hingga pada suatu hari, ia secara tidak sengaja mengikuti kontes thai boxing di sebuah pasar malam dan memenangkannya. Sejak hari itulah takdir membawanya memasuki dunia thai boxing yang keras, walaupun sempat merasa tidak cocok namun ia bertekad untuk menjadi thai boxer hebat untuk mendapatkan uang demi menghidupi keluarganya yang miskin.
Pi Chart (Sarapong Chatri), pelatih thai boxing melihat bakat Nang Toom dan menjadikannya sebagai salah satu thai boxer utama dari sasananya. Walaupun hidup dalam dunia thai boxing yang identik dengan kekerasan, Nang Toom tetap memiliki jiwa seorang wanita dan hal itu hanya diketahui sahabatnya Pi Bua (Natcha Bootsri). Rahasia Nang Toom terbongkar saat Pi Chart memergoki mereka berdua sedang berdandan, tetapi pelatihnya itu menerima keadaan Nang Toom dan bahkan menyarankannya untuk berdandan saat bertanding thai boxing untuk menambah semangat Nang Toom. Saran Pi Chart tersebut benar-benar menambah semangat Nang Toom dalam bertanding, terbukti dengan semakin banyaknya kemenangan yang ia raih dalam berbagai pertandingan. Sejak saat itu ia bertekad akan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk mensejahterakan keluarganya dan menyisihkan untuk biaya operasi kelamin. Penampilan Nang Toom yang memakai dandanan wanita saat bertanding menjadi perhatian banyak orang, banyak yang simpati namun tidak sedikit pula yang mengejek kebiasaan anehnya itu tapi ia tidak gentar malah membuatnya semakin terkenal. Dengan kemenangan-kemenangan dan popularitasnya, Nang Toom berhasil memasuki pertandingan di Stadion Lumpini yang menjadi tempat bergengsi dalam pertandingan thai boxing. Penampilan Nang Toom di kemudian hari menjadi kontroversi dunia thai boxing Thailand dan sempat membuat ia dilarang bertanding, namun dengan popularitasnya yang begitu besar ia bahkan diundang ke Jepang untuk mengikuti pertandingan. Namun Nang Toom tidak pernah melupakan tekad awalnya untuk menjadi seorang perempuan, dan setelah keluarganya sejahtera ia pun menjalani operasi kelamin untuk menjadi seorang wanita seperti yang ia impikan.

 
Film dengan label 'berdasarkan kisah nyata' memang selalu menarik perhatian. Sutradara film ini, Ekachai Uekrongtam benar-benar berhasil 'membius' saya melalui film ini. Sebenarnya sejak lihat trailernya saya sudah cukup 'terbius', hehe. Walaupun saya menonton lewat tv, yang banyak diinterupsi oleh iklan dan breaking news Metro TV, tapi karena cerita film ini bagus jadi saya tetap semangat menonton lengkap dengan 'persenjataan' cemilan kayak nonton bioskop. Menurut saya, tema yang diangkat dalam film ini saja sudah sangat unik, ditambah dengan keseluruhan cerita yang kuat dan penjiwaan karakter pemainnya juga sangat baik akan semakin menambah nilai plus plus dan plus. Tidak heran jika film ini meraih banyak sekali penghargaan internasional. Penghargaan yang disebutkan di gambar poster film yang saya pajang di posting ini saja hanya sebagian dari jumlah total penghargaan yang diraih film ini. Hebat sekali kan?? Two Thums up deh buat Mr.Ekachai Uekrongtam atas kesuksesan filmnya. Senang rasanya kalo nge-review film yang bagus. ♥♥♥

 

Director : Ekachai Uekrongtam
Casts     : Asanee Suwan, Sorapong Chatri, Ornanong Panyawong, Kyoko Inoue, Sitiporn Niyom, Natcha Bootsri


 

My Rate :

  1. Wajib!!!...tonton filmnya dan koleksi dvdnya!!
  2. It's a must see!!
  3. Filmnya baguss loh...
  4. Lumayan deh buat weekend.
  5. Pinjem dvd-nya aja.
  6. Mending tunggu filmnya maen di tv.
    beberapa foto potongan scene film:
 

  
  
 
     
 

Blog Template by YummyLolly.com