Minggu, 11 September 2011

Review : Tendangan Dari Langit (2011)


"Who is Irfan Bachdim?  ... "  - Hendro (Giorgino Abraham)

Tinggal di daerah terpencil tidak membuat Wahyu (Yosie Kristianto), anak muda dari Desa Langitan, melupakan mimpinya bermain Sepak Bola di lapangan besar. Dengan segala keterbatasan lingkungan, ekonomi(termasuk tidak punya sepatu bola) tidak membuat Wahyu kehilangan semangat berlatih sepak bola. Dengan bakatnya, tim kampung setempat pun melirik Wahyu untuk bermain sepak bola dengan diberi bayaran. Namun Pak Darto (Sudjiwo Tedjo),ayah Wahyu, sangat menentang Wahyu untuk bermain sepak bola. Sehingga tidak sedikit hukuman yang ia terima dari ayahnya setiap ketahuan bermain sepak bola.
Kecintaan Wahyu kepada olah raga inilah yang membuat Wahyu tetap bertekad bermain bola walaupun mendapat larangan keras dari Sang Ayah. Wahyu sempat mengalah dan mengikuti perintah ayahnya untuk berhenti bermain sepak bola, tapi dengan kesabarannya Wahyu perlahan-lahan dapat melunakkan hati ayahnya agar ia diijinkan kembali bermain sepak bola. Keberuntungan pun berpihak pada Wahyu, takdir mempertemukan Wahyu dengan pelatih Persema dalam sebuah kejadian yang tidak disengaja. Saat Coach Timo dan Mathias Ibo sedang jogging di lereng Gunung Bromo, secara tidak sengaja mereka melihat Wahyu dan Ayahnya sedang berlatih, dan kemudian memutuskan mengundang Wahyu untuk try out dengan Persema.
Kesempatan try out inilah yang pada akhirnya membuka jalan bagi Wahyu untuk masuk ke dunia persepakbolaan. Apakah Wahyu dapat meraih mimpinya menjadi pemain professional? Well the answer is on the movie. Makanya yukk ditonton yuukkk... J
 ---
Film ini keren cuk!! Jancuk yoo!! astaghfirlah...anak cewek gak boleh misuh2... 0:) *self toyor* hehee
Well, overall film ini bagus. Akting pemainnya mantap (Bachdim dan Kurniawan gak dihitung ya, mereka itu nampil gak akting), yang salut banget justru akting si Yosie (pemeran Wahyu) sendiri. Pendatang baru tapi benar-benar bisa menonjolkan nyawa dari tokoh yang diperankan dan gak cuman itu, skill bermain bolanya juga lumayan oke sehingga saat harus bermain dengan pemain bola professional seperti Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan, Yosie masih bisa mengimbangi. Yosie benar-benar berhasil meyakinkan saya kalau dia bisa bermain sepak bola. Film ini juga dipermanis dengan penampilan Maudy Ayunda yang emang manisnya bikin melting cowok2 dan bikin sirik cewek2 seIndonesia. Ditambah penampilan sahabat-sahabat Wahyu yang diperankan oleh Jordy Onsu dan Joshua Suherman sukses bikin ngakak, kombinasi yang pas antara teman yang hiperbola ,freak dan kebangetan puitisnya.
Yang paling outstanding disini tentu saja Kanjeng Sujiwo Tedjo dengan Jancuk’annya...Dewa Jancukers ini emang gak pernah setengah-setengah kalau urusan Jancuk’an. Yang orang Jawa Timur atau mereka yang follower account twitter @sujiwotejo pasti ngakak habis-habisan setiap liat Kanjeng satu ini mengeluarkan C*k bomb-nya. Parah!! But,,that’s how things going on in East Java.. Sebagai orang Surabaya, saya sih maklum-maklum saja... hehee
Uhmm...dari segi akting sih sudah oke. Trus ceritanya gimana? Sebenarnya ide cerita film ini sudah oke banget...alurnya juga mudah diikuti dan tidak membuat penonton bingung. Hanya saja, di beberapa bagian cerita yang menurut saya penting (sengaja tidak saya sebutkan karena takut spoiler), eksekusinya justru kurang mengena sehingga mengurangi makna cerita itu sendiri. Dan ada beberapa joke di beberapa bagian yang saya kurang suka, agak sedikit garing gitu. Tapi keseluruhan sudah oke banget kokk.... Dan film ini emang wajib tonton sih. Rugi banget kalau sampai tidak sempat melihat pemandangan di lereng Gunung Bromo dan sedikit gambaran keadaan masyarakat disana. Rugi gak liat muka ganteng Bachdim dan Kurniawan nampil di film (nyaris) tanpa dialog, zZzZzz hahahaa...
Mas Hanung, oke nih filmnya... Good job!

Directed by    : Hanung Bramantyo
Casts             : Yosie Kristianto, Maudy Ayunda, Sujiwo Tejo, Agus Kuncoro
My Rate :
1.    It’s a must see!!
2.    Film ini seruu..
3.    Lumayan deh buat weekend.
4.    Pinjem dvd-nya aja.
5.    Mending tunggu filmnya maen di tv.

what a great view, Indonesia
Nice outfit, Kim. Cocok masuk majalah fashion lol

ahh...speechless. <3

Senin, 29 Agustus 2011

Eid Mubarak 1432 H


Assalamualaikum...

Alhamdulillah...
We've been through another year of blessing.
Now, another Ramadhan has passed and a celebration has come.
A bright new day.
Enlightened our soul with Love.
Create peace, togetherness and smile among us.
Purify the heart with an apology.

For all mistakes i've made.
For all the hearts that i've broke. hehee
For all the wrong acts and words i've made to you.
From the bottom of my heart, i ask an apology.
Let we start over again with a pure heart and a clear path.

Ied mubarak everyone...
May this Idul Fitri will bring happiness to everyone of us.
Amin Ya Rabbal Alamin.

Wassalam.

Surabaya, August 30th 2011

Sabtu, 02 Juli 2011

Red Riding Hood (2011)





 “To chose life of honor, protecting life from darkness”


Selama bertahun tahun kehidupan Daggerhorn dihantui oleh keberadaan serigala yang suka memangsa korban. Sehingga tiap bulannya mereka mengorbankan ternak terbaik mereka agar serigala tidak menyerang penduduk desa.
Valerie (Amanda Seyfried) tinggal di desa bernama Daggerhorn. Dia jatuh cinta kepada Peter (Shiloh Fernandez), namun orang tuanya menjodohkan Valerie dengan Henry (Max Irons) yang berasal dari keluarga kaya. Valerie berencana lari bersama Peter, namun sebuah kejadian mengejutkan membatalkan niatnya. Saudara Valerie, Lucie,  dibunuh oleh serigala. Seluruh desa berduka dan marah. Para pria Daggerhorn pun memutuskan untuk memburu sang serigala. Mereka berhasil membunuh seekor serigala, namun mereka menangkap serigala yang salah. Sejak hari itu teror werewolf di Daggerhorn semakin menjadi-jadi. Valerie yang ternyata dapat berbicara dengan werewolf pun akhirnya  dikorbankan dan dijadikan umpan untuk menangkap werewolf.


Film ini unik. Sejak awal melihat trailernya, dalam hati saya sudah mengincar film ini. I actually love the idea and the story as well. Dongeng anak-anak terkenal Little red riding hood diubah menjadi cerita fiksi di layar kaca dalam format yang lebih dewasa, vintage dan gelap. Ditambah kisah cinta segitiga antara Valerie, Peter dan Henry yang jadi pemanis film. Favorit saya di bagian akhir film di tepi sungai. Tiba-tiba saja saya tersenyum teringat buku-buku cerita saya di masa kecil, i totally loovee that scene. Tapi saya harus mengakui bahwa sepertinya masih banyak yang harus ditambal sana sini. Singkatnya film ini seperti masakan kurang bumbu. Sayang sekali dengan konsep cerita yang keren seperti itu. Film ini jugalah yang membuat saya mendadak pengen merancang hoodie coat berwarna merah buat dipakai ke kantor pas musim hujan. (lah kok malah bahas fashion? *dijitak rame rame*).

Gak banyak yang bisa saya bahas, nanti takut spoiler. Tapi kalau ditanya apakah saya suka film ini? Jawabannya, iya saya suka film ini. Kalau ditanya bagus atau enggak, maybe i’ll give 70% ya..maaf ya Mbak Manda, your performance was great as always kok (kayak kenal gitu...hehee).
Eh, it been a while ya...since my latest update. Or should i say, it's been so looonggg. hehehe (sambil ngelirik tanggal di postingan bawah)
Anw glad to be back. 

Score               : 7/10

Director           : Catherine Hardwicke
Casts               : Amanda Seyfried, Lucas Haas, Gary Oldman, Shiloh Ferdandez

Senin, 15 November 2010

Workshop Kreatif : MENULIS FIKSI (by @fiksimini )

 

WORKSHOP Kelas Kreatif - MENULIS FIKSI - dari Komunitas Fiksimini , bersama penulis-penulis fiksi ternama (Clara Ng, etc)

SURABAYA 27 Nov 2010, di House of Sampoerna, 09.00-18.00 wib
Info dan Pendaftaran ke @fardania (twitter) - 08113434037 (phone)


Fiksimini is back on action!! 

Fiksimini sekarang gak cuman komunitas online yang gemar memposting fiksi 140 karakter di twitter. Komunitas ini dengan cepat meluas melalui media online, dan membawa aura kreativitasnya ke dunia nyata.
Gak hanya membuka pertemanan baru, komunitas ini juga aktif mengadakan kegiatan sosial dan edukatif lainnya.

Buat follower @fiksimini atau yang gemar membaca novel, pasti tidak asing lagi dengan penulis Indonesia Clara Ng.
Kalau kamu pengen tau cara mengembangkan bakat menulis kamu dan belajar menulis dengan fun, datang aja ke acara "Menulis Fiksi bersama komunitas @fiksimini Surabaya".
Hanya dengan Rp 100.000, kamu bisa mendapat ilmu dari ahlinya dan sekaligus mendapatkan paket2 seru lainnya.

BURUAN DAFTARR!!!

Minggu, 03 Oktober 2010

Moviegeek present: Interview With Lukman Sardi


pic taken from here

14 September 2010 yang lalu, secara tidak sengaja saya bertemu Lukman Sardi yang sedang makan malam di Sutos. Tadinya saya pengen menghampiri meja Lukman Sardi dan rombongan di Malay Village, tapi sungkan karena mereka kan mau makan. Tapi ternyata Tuhan berkata lain, tiba-tiba saya melihat Lukman Sardi berjalan ke arah toilet dan saya yang sedang berada di sekitar jalur Malay Village - toilet dengan kepedean menyapa Lukman Sardi sekalian minta foto bareng (mau ngatain saya norak?biarin!! yang penting saya senang *hahaha). Saya dan teman saya suprise banget karena ternyata orangnya ramah luar biasa, saya juga sempat menyinggung tentang review Sang Pencerah di blog ini dan ternyata mas Lukman Sardi bersedia membaca postingan di blog saya yang super sederhana itu. Hohoho.
Dari kejadian malam itu, entah kenapa saya kepikiran untuk menginterview seorang Lukman Sardi. Proposal interview via twitter pun dimulai. Mention pertama, sepertinya gak terbaca (maklum kalo follower banyak, pasti banyak juga mention yg kelewatan), saya nunggu, lama hampir nyerah juga tapi temen2via bbm support saya supaya ‘ngejar’ terus. Mention kedua, belum juga. Mention ketiga, dijawab, dan jawabannya IYA!! (respon spontan : lompat-lompat, guling-guling, ketawa-ketawa sendiri). Interview dilakukan via email, dan beberapa hari kemudian saya pun mengirim email ke Johnny Depp-nya Indonesia itu, dan dibalas oleh Lukman Sardi beberapa hari kemudian. Kalau dihitung dari waktu Lukman Sardi membalas email saya sampai poastingan ini keluar, agak lama ya? Maaf ya..saya belakangan ini lagi hectic ,banget bahkan mau nonton di bioskop aja gak sempat. Maafkan....*memohon-mohon* J
Interview ini lebih banyak membahas tentang film Sang Pencerah, padahal film terbaru Lukman Sardi ada dua, Sang Pencerah dan Darah Garuda. Hanya saja, waktu saya menyusun pertanyaan interview ini, saya belum sempat menonton DarahGaruda jadi saya hanya membahas Sang Pencerah saja. J

Dan, ini dia... hasil interview Moviegeek dengan seorang Lukman Sardi. Semoga moviegoers suka ya.. Please enjoy....
MG : Film sang pencerah menceritakan tentang kehidupan pahlawan besar bangsa yang sudah pasti menginspirasi banyak orang. Dalam memerankan beliau, tantangan terbesar apa yang dihadapi?
LS : Tantangan terbesarnya adalah menghilangkan beban di  diri saya. Awalnya saya sangat terbebani karena yang ada di kepala saya, beliau adalah pahlawan nasional, pendiri Muhammadiyah, dll sehingga ini menghambat saya untuk lepas dalam berekspresi dan bereksplorasi. Akan tetapi akhirnya saya mengubah cara pandang saya, bahwa beliau manusia biasa yang sama dengan saya, yang punya rasa takut, sedih, marah, senang, kegelisahan dlll, tapi beliau mempunyai pemikiran yang luar biasa.
MG : Dialog/adegan apa yang peling berkesan selama memerankan seorang KH Ahmad Dahlan di film Sang Pencerah?
LS  : Hampir Semua dialog di film ini berkesan buat saya karena mempunyai kedalaman makna walaupun terdengar sederhana.
MG : Sebagai pemeran tokoh K.H.Ahmad Dahlan di film Sang Pencerah, apa yang seorang Lukman Sardi harapkan dengan adanya film ini terutama bagi masyarakat Indonesia?
LS : Yang saya harapkan dari film ini adalah semoga film ini bukan hanya menjadi tontonan semata atau hanya menjadi sebuah slogan, tapi bisa menginspirasi  kita untuk berbuat sesuatu yang positif dimulai dari lingkungan terdekat kita, dan juga agar masyarakat kita lebih menghargai pahlawannya.
MG : Karir seorang Lukman Sardi sebagai seorang aktor sangat cemerlang. Menurut saya, akting di setiap film selalu total dan berhasil membawa nafas baru di tiap karakter yang diperankan. Jadi pengen tau, siapa sih inspirator seorang Lukman Sardi yang memotivasi sehingga akting di tiap film selalu memukau?
LS : Terima kasih atas apresiasinya. Yang menjadi inspirator saya adalah keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik, dan hal ini saya dapatkan dari ayah saya. Beliau selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal, sehingga apa yang kita perbuat di dunia ini bisa kita pertanggung jawabkan dan memberikan warisan yang baik buat anak cucu.
MG : Diantara semua film yang pernah terlibat di dalamnya sbg pemain, film apa yang paling berkesan?
LS : Buat saya, semua film yang saya mainkan berkesan karena setiap film yang saya terlibat di dalamnya adalah karena saya menyukai dan mencintainya, tidak ada yang karena terpaksa, sehingga selalu meninggalkan kesan yang mendalam.
MG : Kalau ditanya soal film favorit diantara semua film yang pernah ditonton. Film apa yang pertama kali terlintas di pikiran? Dan kenapa suka banget sama film itu?
LS : Untuk sekarang ini saya sangat menyukai film La Grand Voyage. Sebuah film yang menceritakan perjalanan seorang bapak dan anak, dimana si anak harus mengantarkan ayahnya dari Paris ke Mekkah untuk naik haji melalui perjalanan darat. Mungkin temanya sangat sederhana, tapi makna dari film ini sangat dalam sekali. Kalo kamu belum nonton  coba cari DVDnya dan segera tonton. It’s a great movie.  
MG : alhamdulillah,saya sudah nonton mas. Dan saya setuju, film ini emang bagus banget. Dalem banget. Gak cuman wajib nonton tapi DVDnya juga layak jadi koleksi (tp saya blm dapet dvd-nya ).  *serius* ( yang ini cman respon moviegeek aja, i never directly said this to him. Hehehe)
LS : Thanks  dan selalu kritis ya..

Waktu meminta izin ke Lukman Sardi untuk interview ini via twitter, saya janji hanya akan ada 5 pertanyaan. Tapi kalau dilihat di atas kok ada 6? Itu karena, pertanyan no.1 dan no.2 sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yang kemudian dipisah jadi dua di postingan ini supaya lebih jelas. Sebenarnya moviegeek masih punya banyak pertanyaan buat Lukman Sardi, tapi dengan pertanyaan-pertanyaan diatas sudah bersyukur banget (i have to keep my words,rite?), Lukman Sardi bersedia diwawancarai untuk blog ini saja moviegeek seneng banget sampe guling-guling. This blog is only a tiny movie blog, but a big star like him willing to spend his time to support a movie blogger like me. Mr. Lukman Sardi, you ROCK!!!
Terima banyak kasih ya Allah!!! Buat kesempatan langka ini. *sujudsyukur*.
Moviegeek juga mau berterimakasih buat mas Lukman Sardi yang sudah bersedia meluangkan waktu diantarakesibukannya yang bejibun untuk memenuhi permintaan wawancara di blog ini. Dan makasih juga buat support teman-teman semua, terutama bella+dafi yang hari itu sudah ‘menyeret’ saya ke Sutos. Me so happy!! Woohoo!
Well, see you on my next post moviegoers. Adios,,,♥

PS : Kalau ada request review atau preview atau yg lain (please jgn yang aneh2), boleh request ke saya via twitter @fitapermatasari


ini foto sama lukman sardi di Sutos.

(duh, karena seharian pergi akhirnya di foto keliatan kusut gitu. Hiks..and, this pic is totally a diet alert for me!!!! *buangcoklat*)


Senin, 27 September 2010

PREVIEW : Wall Street "Money Never Sleeps" (2010)





"It's not about the money,it's about the game." - Gordon Gekko

Shia LaBeouf bakal kambali menghibur kita, bukan lewat tontonan robot-robotan ala transformer, tapi lewat film yang temanya agak sedikit berat. The game of money. (OMG, denger kata-kata game&money di satu kalimat mengingatkan saya tentang mata kuliah investasi derivatif.cape deh!!). Shia LaBeouf akan beradu akting dengan aktor kawakan Michael Douglas yang berperan sebagai Gordon Gekko, seorang pialang saham handal.


Film Wall Street : Money Never Sleeps merupakan sekuel dari film tahun 1987berjudul Wall Street. Dalam peran sebagai Gordon Gekko saat itulah ia berhasil manyabet piala oscar di tahun 1988. Well, 23 tahun merupakan waktu yang benar2 lama untuk sebuah sekuel, moga-moga penampilan di versi yang baru ini Douglas bisa memuaskan penonton.
Dalam film ini, dikisahkan Gekko yang telah keluar dari penjara dan menyadari bahwa ia telah kehilangan segalanya. Harta, relasi, keluarga dan reputasi besarnya di jaman dulu. Tapi Gordon dalah pria cerdas dan ambisius, ia berusaha merebut hidupnya kembali. Gordon sadar, ia juga harus memperbaiki hubungannya dengan Winnie (Carrey Mulligan) ,anak perempuannya. Namun ternyata Winnie tidak bisa memaafkan kesalahan yang dilakukan ayahnya terhadap keluarga di masa lalu. Sementara itu, pacar Winnie, Jacob (Shia LaBeouf) adalah seorang broker saham pemula. Jacob sendiri membutuhkan bantuan orang seperti Gordon untuk memecahkan sebuah misteri. Gordon yang picik kemudian mendekati Jacob, dan akhirnya mereka bekerja sama. Gordon memanfaatkan kedekatannya dengan Jacob untuk mendekati Winnie.

Winnie berusaha memperingatkan jacob tentang ayahnya. Dan tenyata keterlibatannya dengan seorang Gordon Gekko, akhirnya menyeret Jacob ke dalam masalah yang lebih besar.


Sejak film ini dikabarkan bakal dirilis, di timeline twitter saya sudah banyak yang penasaran sama film ini, terutama mereka yang setau saya belajar tentang keuangan. Tapi sebenarnya preview ini akhirnya saya tulis, karena request dari teman saya, Windy. (hehehe, thanks dude!)
Saham memang punya daya tarik tersendiri buat orang-orang finance, yang menurut saya well, it kinda tempting but a lil bit risky, dan sangat manipulatif. Liat trailer film ini juga bikin saya merinding, kalau mengingat bagaimana spekulasi-spekulasi itu 'dimainkan', betapa berharganya tiap detik bagi pialang saham, telat sedikit bisa habis sudah investasi di tangan. Dan betapa uang bisa mengubah seseorang.

Saya rasa film ini wajib ditonton. Terlebih lagi ini merupakan sekuel film kualitas Oscar. Kita lihat, apakah pesona Michael Douglas sebagai Gordon Gekko sama seksinya dengan 23 tahun lalu? Atau Shia LaBeouf bisa bikin kita 'meleleh'.

Well, kita lihat saja nanti....Saya juga sudah penasaran banget sama film ini.


Director : Oliver Stone

Casts     : Michael Douglas, Shia Labeouf, Carrey Mulligan.

Check the trailer :




wall street poster in 1987

Sabtu, 25 September 2010

Sehari Saja (a fiksimini movie) : Review


"SEHARI SAJA. Kami mengepak koper lalu berpisah di ujung jalan. Ternyata Selamanya." - Novita Poerwanto ( @LVCBV )


Kutipan fiksimini diatas, merupakan ide awal cerita film Sehari Saja ini. Menceritakan tentang sepasang suami - istri yang telah menikah selama 10 tahun. Tepat pada hari ulang tahun pernikahan yang ke 10, sang suami memberikan hadiah pernikahan kepada istrinya yaitu berlibur selama sehari penuh tanpa dirinya. Mereka pun mengepak koper, berjalan menuju 'hadiah' ulang tahun pernikahan ke sepuluh tahun mereka, dan berpisah di ujung jalan. Menikmati waktu untuk diri mereka seorang diri.
Satu hari telah berlalu, sang suami kembali ke rumah, belum ada tanda-tanda kehadiran sang istri. Sampai akhirnya, seminggu pun berlalu sejak ulang tahun pernikahan mereka yang ke 10, kekasih yang menemaninya selama 10 tahun itu tetap tak kembali.
Pada hari itu, peringatan ulang tahun pernikahan ke 10. Perpisahan di ujung jalan itu, perpisahan selama satu hari, ternyata berlangsung untuk selamanya.

Film ini, walaupun cuma 3 menitan tapi dalem banget. Dari versi fiksimininya udah keliatan kalo ada perpisahan yang tak terduga. Baca versi cerita pendeknya (also written by @LVCBC ), tambah bikin miris. Nonton filmnya, waspada bikin mewek. Terutama adegan dimana sang suami pada akhirnya menyadari bahwa istri tercintanya memilih untuk tak kembali, dalam frustasi kehilangan yang begitu dalam, sambil memegang cincin pernikahannya ia masih bisa tersenyum. Ikhlas. Merelakan kekasihnya pergi, karena percaya bahwa perpisahan selamanya yang menjadi pilihan istrinya adalah yang terbaik. Mengikhlaskan cinta pergi, demi cinta. Pada akhirnya, penonton yang sakit hati.
Saya suka akting pemainnya, yang walaupun tanpa dialog tapi ekspresinya dalam dan mampu menggambarkan cerita. Didukung dengan musik yg pas. Sinematografi nya juga ok, simple, detail dan dramatis. Two thumbs up buat Melia Livita, yang sudah jadi sutradara sekaligus editor di film ini. Juga buat Novita Poerwanto yang empunya ide cerita dan bikin scriptnya. Well, kalau mau bikin film bagus gak perlu banyak2an efek kan? Cukup dengan script yang  bagus, angle pengambilan gambar yang ok, sedikit idealisme dan kekompakan kru pasti hasilnya oke! Good job!!

Director : Melia Livita
Casts     : Diaz Ananda, Fardani Anissa.

My Rate : It's a must see!!!
                (silahkan nonton filmnya di bag bawah review ini)

Sehari Saja (a film by Fiksimini Surabaya)
 

Blog Template by YummyLolly.com