Sabtu, 22 Oktober 2011

Midnight In Paris (2011)





That Paris exists and anyone could choose to live anywhere else in the world will always be a mystery to me. - Addriana


Gil Pender (Owen Wilson) adalah seorang penulis skenario sukses yang sedang berusaha menyelesaikan novel pertamanya, namun mengalami writer's block (toss dulu). Ia dan tunangannya Inez (Rachel Mcadams) sedang berlibur ke Paris, menemani orang tua Inez yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke kota tersebut.
Gil dan Inez memiliki pandangan yang berbeda mengenai romantisme Paris. Gil mengagumi suasana Paris di jaman 1920-an dan selalu membayangkan hidup di jaman tersebut yang ia sebut sebagai The Golden Age. Gil selalu bercerita kepada Inez, bagaimana romantisnya Paris saat hujan di malam hari, dan bagaimana ia membayangkan suasana tersebut saat tahun 1920-an. Bagi Inez, apa yang dipikirkan Gil adalah hal yang tidak masuk akal dan membuang-buang waktu.
Pada awalnya, liburan berjalan biasa saja sampai suati hari secara kebetulan mereka bertemu dengan teman Inez semasa kuliah namun Gil sedikit kesulitan untuk bisa bergaul dan beradaptasi dengan teman Inez karena Paul selalu bersikap seakan paling tahu segalanya mengenai kehidupan Prancis. Sampai pada suat malam, sehabis Gil, Inez, Paul dan Carol makan malam mereka berencana pergi ke club, namun pada malam itu Gil tidak tertarik dan memilih untuk kembali ke hotel. Dalam keadaan setengah mabuk, Gil tersesat di tengah kota Paris. Karena kelelahan Gil akhirnya bersitirahat di tangga masuk sebuah gereja. Tepat pada saat jam 12 malam, lonceng gereja berbunyi dan datanglah sebuah mobil kuno yang kemudian membawa Gil ke petualangan kota Paris yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sebuah kejadian tak terbayangkan yang membuat Inez dan keluarganya justru menganggap Gil adalah orang yang aneh dan delusional dengan cerita-cerita anehnya itu. Akhirnya Gil memutuskan untuk menjalani Midnight In Parisnya seorang diri, tanpa Inez.
Mereka berdua pun semakin tenggelam dalam kehidupan mereka masing-masing. Inez bersama keluarga dan teman-temannya. Sedangkan Gil sibuk dengan petualangan barunya di Paris.


Midnight In Paris. ROMANTIS. Titik!
This movie describe the best, tentang romantisme Paris melalui sudut pandang yang berbeda. Menyorot romantisme dan passion kota paris dari satu jaman ke jaman yang lain. Mengangkat tema Golden Age. Romantisme Paris ini begitu terasa didukung dengan akting yang oke dan ,,, i dont know (gak ngerti istilah filmnya),, pengambilan gambar yang menurut saya cantik. Very vintage, clean, dan cantik ... bikin saya langsung jatuh cinta sejak opening film ini, bahkan dengan ilustrasi Paris di malam hari dengan lampu-lampu jalan, diiringi musik prancis daaan HUJAN!!!
Hujan dan Paris.. kurang romantis apa coba? Jadi bikin saya pengen nanya sama kamu, kapan ajak aku kesana?(*eh? #kode kok disini hahaha)

And this Golden Age theme, bikin saya, well .. , bertanya tanya : kalau di Indonesia, Masa apa yang akan saya anggap sebagai the golden age of Indonesia? Since every era ini this country only lasted not too long and each has their own fatal crisis. (32 tahun masa orde baru, saya anggap tidak cukup panjang untuk sebuah era yang stabil bcs IMHO they all were ,,almost,,fake). Eh, kenapa jadi serius gini ya?
Gak ding..gak sedramatis itu. Tapi iya, romantisme dan seni di masa itu lebih terasa. Jaman segitu kan masih belum ada gadget yang bisa bikin kita lupa sama sekitar. I mean look at us now ... gak pegang bb semenit kayak orang bego. Kemana-mana nenteng Ipad. Berkarya via instagram, Adobe Photoshop. Yah bukannya gak bagus, tapi jadi gak fokus sama sesuatu yang sifatnya basic. Pensil dan kertas. Dulu... sebelum saya menggunakan smart phone, saya selalu bawa notes kecil dan pensil. Ada aja yang digambar atau ditulis kalau lagi iseng. But then the gadgets came into my life..dan kebiasaan itu hilang sejak saya punya laptop yang agak kecilan. Eh, kenapa jadi ngomongin beginian ya?

Maaf ya, gini nih kalau nulis di tengah hujan, di teras rumah pula, dingin semriwing, pikiran kemana mana.hehee
Oke back to the movie talk then...
Di film ini akan banyak sekali tokoh terkenal yang mewarnai Midnight In Parisnya si Gil. Gak akan saya ceritakan disini, karena bagian-bagian itu memang sudah seharusnya menjadi kejutan di film ini. Setiap kejutan yang ditampilkan sama om Woody Allen di film ini, tiap orang-orang penting itu muncul, saya secara refleks bilang 'wow' dan tersenyum sepanjang film. It was just AWESOME.

Oh iya, difilm ini juga ada Carla Bruni. Cantik ya.... ibu negara Prancis ini, dulunya supermodel ya kalo gak salah and also a singer. Anggun sekali... (tanpa mengingat kelakuannya jaman muda ya ... *mendadak gosip) –semoga ini tidak termasuk spoiler.

IMHO, film ini highly reccomended! beneran nonton deh...dijamin gak rugi. Karena film ini akan memanjakan mata dan hati kamu mulai dari awal sampai akhir. Belum lagi kejutan kejutan yang akan muncul. I am totally speechless.


Director        : Woody Allen
Casts            : Owen Wilson, Rachel Mc Adams, Michael Sheen, Carla Bruni, Kurt Fuller


Moviegeek Rate :
  1. It's a must see!!
  2. Film ini seruu..
  3. Bagus loh J
  4. Lumayan deh buat weekend.
  5. Pinjem dvd-nya aja.
  6. Mending tunggu filmnya maen di tv.
     

 

The Starry Night ... kalo gak salah Vincent van Gogh


love the background






pojok kiri atas, pendar lampunya berbentuk hati. Romantis ya...

0 comments:

Poskan Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com