Tampilkan postingan dengan label short movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label short movie. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2012

5 in a Row : Fiksimini Movies by @msyarifm

Hello blogmates....
Ini kedua kalinya saya mengangkat topik film fiksimini di blog ini. It's been so long since the latest fiksimini movie review on 2010. I am so proud knowing that Fiksimini Surabaya sampai hari ini terus bersemangat membuat film-film fiksimini. It still amazed me, a simple 140letters fiction story could transform into a movie.

Kali ini, saya mencoba mereview film2 fiksimini dari salah seorang anggota fiksimini surabaya @msyarifm .
Enjoy....



1.       PIL



Film mini ini bercerita tentang suami-istri metropolitan yang sibuk dengan urusan karir masing-masing. Hilangnya komunikasi diantara mereka terlihat dari notes-notes yang ditinggalkan sang istri (dari beberapa baris sampai akhirnya hanya menyisakan satu kata : kota tujuan dinas). Dan dari versi fiksimininya sudah ketebak bahwa endingnya ternyata sang istri memiliki PIL.
It supposed to be drama, karena emang temanya perpisahan. Tapi entah kenapa saya bisa merasakan adanya unsur komedi yang juga meninggalkan kesan jahil. As if, sang sutradara memang sengaja bermain-main dengan opini penontonnya.Mungkin saja unsur komedi itu yang menurut saya memang sengaja diselipkan untuk kejutan. A nice one, pesan film tersampaikan dengan baik. :)
PS : Openingnya menggelegar.

2.       Lembaran Hina

 
 
"Please do me!" - teriak sang tokoh dalam hati. Well,  at least that's how i interpreted the feeling.
Psychotic character yang terobsesi pada tokoh lain yang ia harapkan memberi warna pada dirinya, hanya saja harapannya tersebut bertepuk sebelah tangan.
This one is funny and well made.

3.       KN


Bingung. Mungkin itu yang paling bisa menggambarkan film ini. Apa sih artinya KN? ya nonton dulu... ;)
Just watch and i think you’ll know why. Film ini berjalan tanpa dialog. Talentnya pasti setengah mati bermain ekspresi disini. If it meant to shows desperation and confussion here then she defenitely suceed. Memang seperti kebingungan besar yang membuat orang yang mengalaminya serasa tercekat, tidak tau harus berkata apa. I think.
Note : Somehow, saya merasa filmakernya sekalian nebeng curhat disini. In different case, same Q. hahaha


4.       Salahku Apa?


Clueless. Have you ever feel clueless in your life?
Film ini menceritakan tentang a clueless lover dalam satu paket yang dikemas manis dalam film pendek. Menceritakan seorang pemuda yang diputuskan oleh kekasihnya tanpa dia tau apa penyebabnya karena seharusnya, baginya, tidak ada sesuatu yang salah. But love needs commitment from both sides. I think you’ll love this one.

5.       Mata Bromo


Dibuka dengan adegan seorang pria yang berlari ketakutan dan kemudian terjatuh. At that point, i was wondering what had happened? Adegan berikutnya perlahan lahan menggambarkan rentetan kejadian yang menjadi penyebab adegan pembuka tadi. And it’s ending frightened me a little bit. -_- mana nontonnya malem2, habis mengalami yang creepy2.
Pesan film ini, menurut saya, adalah ‘Think before you act, because what you do may eventually come back at you’. Hehee 

Sabtu, 25 September 2010

Sehari Saja (a fiksimini movie) : Review


"SEHARI SAJA. Kami mengepak koper lalu berpisah di ujung jalan. Ternyata Selamanya." - Novita Poerwanto ( @LVCBV )


Kutipan fiksimini diatas, merupakan ide awal cerita film Sehari Saja ini. Menceritakan tentang sepasang suami - istri yang telah menikah selama 10 tahun. Tepat pada hari ulang tahun pernikahan yang ke 10, sang suami memberikan hadiah pernikahan kepada istrinya yaitu berlibur selama sehari penuh tanpa dirinya. Mereka pun mengepak koper, berjalan menuju 'hadiah' ulang tahun pernikahan ke sepuluh tahun mereka, dan berpisah di ujung jalan. Menikmati waktu untuk diri mereka seorang diri.
Satu hari telah berlalu, sang suami kembali ke rumah, belum ada tanda-tanda kehadiran sang istri. Sampai akhirnya, seminggu pun berlalu sejak ulang tahun pernikahan mereka yang ke 10, kekasih yang menemaninya selama 10 tahun itu tetap tak kembali.
Pada hari itu, peringatan ulang tahun pernikahan ke 10. Perpisahan di ujung jalan itu, perpisahan selama satu hari, ternyata berlangsung untuk selamanya.

Film ini, walaupun cuma 3 menitan tapi dalem banget. Dari versi fiksimininya udah keliatan kalo ada perpisahan yang tak terduga. Baca versi cerita pendeknya (also written by @LVCBC ), tambah bikin miris. Nonton filmnya, waspada bikin mewek. Terutama adegan dimana sang suami pada akhirnya menyadari bahwa istri tercintanya memilih untuk tak kembali, dalam frustasi kehilangan yang begitu dalam, sambil memegang cincin pernikahannya ia masih bisa tersenyum. Ikhlas. Merelakan kekasihnya pergi, karena percaya bahwa perpisahan selamanya yang menjadi pilihan istrinya adalah yang terbaik. Mengikhlaskan cinta pergi, demi cinta. Pada akhirnya, penonton yang sakit hati.
Saya suka akting pemainnya, yang walaupun tanpa dialog tapi ekspresinya dalam dan mampu menggambarkan cerita. Didukung dengan musik yg pas. Sinematografi nya juga ok, simple, detail dan dramatis. Two thumbs up buat Melia Livita, yang sudah jadi sutradara sekaligus editor di film ini. Juga buat Novita Poerwanto yang empunya ide cerita dan bikin scriptnya. Well, kalau mau bikin film bagus gak perlu banyak2an efek kan? Cukup dengan script yang  bagus, angle pengambilan gambar yang ok, sedikit idealisme dan kekompakan kru pasti hasilnya oke! Good job!!

Director : Melia Livita
Casts     : Diaz Ananda, Fardani Anissa.

My Rate : It's a must see!!!
                (silahkan nonton filmnya di bag bawah review ini)

Sehari Saja (a film by Fiksimini Surabaya)
 

Blog Template by YummyLolly.com