Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Sang Penari (2011)




"Jadi ronggeng itu bukan cuma urusan perkara nari saja.” - Nyai Kertaredja
Saat kecil, Srintil dan Rasus sering menonton pertunjukan Ronggeng di dusun mereka, Dukuh Paruk. Melihat keanggunan seorang Ronggeng, Srintil kecil bercita-cita menjadi seorang Ronggeng. Saat dewasa, Srintil dan Rasus yang bersahabat sejak kecil pun saling jatuh cinta. Namun cinta mereka tidak dapat dipersatukan karena Srintil dinobatkan sebagai seorang Ronggeng yang menjadi cita-citanya sejak kecil. Menjadi seorang Ronggeng, berarti Srintil menjadi milik seluruh desa Dukuh Paruk dan harus mengabdikan diri kepada leluhurnya, jiwa dan raga. Rasus yang tidak dapat bersama dengan Srintil akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan TNI untuk melupakan cintanya terhadap Srintil.

Rasus menghilang dari kehidupan Dukuh Paruk dan memutuskan tinggal di lingkungan tentara, sedangkan Srintil sibuk dengan kehidupannya sebagai Ronggeng.

Dukuh Paruk merupakan daerah yang terpencil, sebagian besar penduduknya tidak tahu baca dan tulis sehingga mudah dibodohi oleh Tuan2 tanah dan mandor perkebunan lokal. Kemudian seorang pemuda dari kota bernama Bakar datang ke Dukuh Paruk untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat setempat. Dengan membawa nama Serikat Tani, paham komunis mendekati warga Dukuh Paruk untuk menggalang suara bagi partainya. Namun disinilah awal penderitaan sesungguhnya bagi warga Dukuh Paruk.
Saat G30S PKI pecah, kekacauan muncul dimana mana, pemberantasan terhadap oknum-oknum PKI pun dimulai. Seluruh daerah jawa disisir, tak terkecuali Dukuh Paruk yang memang menjadi salah satu daerah binaan PKI. Pembantaian terhadap oknum-oknum PKI pun dimulai. Rasus yang saat itu juga terlibat dalam pembantaian PKI pun tidak dapat menahan keinginannya untuk mencari keberadaan Srintil. Mengantongi ijin dari atasannya, Rasus mencari jejak keberadaan Srintil. Usaha Rasus untuk mencari Srintil tidak mudah dan memakan waktu yang lama. Pada akhirnya nasib memepertemukan mereka, namun keadaan sudah sangat berubah sehingga mereka memilih mengambil jalan masing-masing.


Overall, saya suka dengan film ini. Mengambil setting tahun 1960-an. Walaupun intinya tetep cecintaan antara dua tokoh utama, tapi rasa 'jawa'nya, kekentalan budayanya terasa banget. Suasana pedesaan di pedalaman Jawa yang saat itu memang nyaris tidak tersentuh peradaban modern, dimana masyarakatnya masih menganut kepercayaan kuno. Saya merasa benar-benar terbawa ke suasana pedesaan Jawa jaman dulu. Setting persawahan yang masih alami, jejeran gubuk desa yang berlantaikan tanah dan tembok anyaman, serta sesajen di makam leluhur berhasil menciptakan atmosfer kuno di film ini, well kalau itu memang tujuannya. Akting-akting pemainnya juga oke banget. Walaupun bahasa jawa-nya masih agak terasa kaku di beberapa bagian (bok gue jawa yahh...), tapi bisa banget diterima lahh.... Terutama buat Prisa Nasution dan Oka Antara yang berhasil menunjukkan passion of love antara Srintil dan Rasus. Jadi ikut merasakan pedihnya, patah hatinya mereka berdua karena tidak bisa bersama.
Oh iya, hampir lupa, akting Slamet Rahardjo dan Dewi Irawan yang memang sudah senior tidak perlu diragukan lagi. Bahkan dengan budaya Ronggeng yang menurut saya agak, maaf, merendahkan wanita itu, akting mereka bisa membuat saya paham dimana letak 'keistimewaan' Ronggeng di mata budaya Jawa saat itu dan mengerti kenapa dibanggakan banget. But still yaa... miris lihatnya. Apalagi adegan urut saat luluran itu....huhuuu jahat deh L



Yang menurut saya agak kurang dari film ini adalah...LAMA. Bukan lama durasinya, tapi alurnya sedikit agak lambat. Saya masih bisa nih, bbm-an lancar dan tetap merasa 'oh masih yg ini ya?' bbm-an sambil nonton itu jarang saya lakukan, tapi saya kok malah nyari-nyari bb ya? Hehee. Penggambaran sejarahnya juga tanggung sih yaa.... Penonton harus mempunyai background pengetahuan sejarah dan politik yang cukup baik kalau ingin paham tema politik yang digambarkan di film ini. Ya kan penonton awam bisa bingung aja ... Ada orang mau ngebantuin desa supaya maju, trus genteng2 ditandai organisasi tertentu. Lalu tiba-tiba tentara menyebut Dukuh Paruk sudah 'merah' dan di radio ada jendral dibunuh, trus tiba-tiba pada ditangkap. Coba pas pembantaian ada adegan yang masyarakat ikut membasmi PKI yang tusuk2 bunker...eh?kejadian itu di Jatim ya? Hahaha beda setting tweeps, maaf. Heheee

Ronggeng yang sebelum Srintil, Mbak Happy Salma, cuantikkk yaaaaa. Eksotis abis, Indonesia sekali, sexinya ala Jawa banget. Dan saya baru tau kalo ternyata Happy Salma itu Sunda.... tapi bisa banget jadi putri jawa ya...



Kalau ditanya ini reccomended atau enggak ... saya tetap bakal bilang film ini RECCOMENDED kok, walaupun memang agak berat. Nilai budayanya kental banget, Music scoringnya oke – jawanya dapet, feelnya pas banget dengan emosi film ini , ceritanya juga bagus banget dan beberapa kekurangan yang saya ceritain diatas gak akan mengganggu kepuasan nonton film ini kok. It was just an opinion of me. Kalau lagi cari film untuk yang pure untuk hiburan , mungkin kurang cocok sih yaa... daripada pulang dengan keadaan nauseous. Hehee

Oh iya....Tanggal 10 November, film Sang penari akan tayang secara resmi di bioskop Indonesia. Jangan dilewatkan yaa


Director        : Ifa Ifansyah
Casts            : Oka Antara, Prisa Nasution, Slamet Rahardjo, Dewi Irawan, Lukman Sardi, Tio Pakusadewo


Moviegeek Rate :
  1. It's a must see!!
  2. Film ini seruu..
  3. Bagus loh
  4. Lumayan deh buat weekend.
  5. Pinjem dvd-nya aja.
  6. Mending tunggu filmnya maen di tv.






Sabtu, 22 Oktober 2011

Midnight In Paris (2011)





That Paris exists and anyone could choose to live anywhere else in the world will always be a mystery to me. - Addriana


Gil Pender (Owen Wilson) adalah seorang penulis skenario sukses yang sedang berusaha menyelesaikan novel pertamanya, namun mengalami writer's block (toss dulu). Ia dan tunangannya Inez (Rachel Mcadams) sedang berlibur ke Paris, menemani orang tua Inez yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke kota tersebut.
Gil dan Inez memiliki pandangan yang berbeda mengenai romantisme Paris. Gil mengagumi suasana Paris di jaman 1920-an dan selalu membayangkan hidup di jaman tersebut yang ia sebut sebagai The Golden Age. Gil selalu bercerita kepada Inez, bagaimana romantisnya Paris saat hujan di malam hari, dan bagaimana ia membayangkan suasana tersebut saat tahun 1920-an. Bagi Inez, apa yang dipikirkan Gil adalah hal yang tidak masuk akal dan membuang-buang waktu.
Pada awalnya, liburan berjalan biasa saja sampai suati hari secara kebetulan mereka bertemu dengan teman Inez semasa kuliah namun Gil sedikit kesulitan untuk bisa bergaul dan beradaptasi dengan teman Inez karena Paul selalu bersikap seakan paling tahu segalanya mengenai kehidupan Prancis. Sampai pada suat malam, sehabis Gil, Inez, Paul dan Carol makan malam mereka berencana pergi ke club, namun pada malam itu Gil tidak tertarik dan memilih untuk kembali ke hotel. Dalam keadaan setengah mabuk, Gil tersesat di tengah kota Paris. Karena kelelahan Gil akhirnya bersitirahat di tangga masuk sebuah gereja. Tepat pada saat jam 12 malam, lonceng gereja berbunyi dan datanglah sebuah mobil kuno yang kemudian membawa Gil ke petualangan kota Paris yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sebuah kejadian tak terbayangkan yang membuat Inez dan keluarganya justru menganggap Gil adalah orang yang aneh dan delusional dengan cerita-cerita anehnya itu. Akhirnya Gil memutuskan untuk menjalani Midnight In Parisnya seorang diri, tanpa Inez.
Mereka berdua pun semakin tenggelam dalam kehidupan mereka masing-masing. Inez bersama keluarga dan teman-temannya. Sedangkan Gil sibuk dengan petualangan barunya di Paris.


Midnight In Paris. ROMANTIS. Titik!
This movie describe the best, tentang romantisme Paris melalui sudut pandang yang berbeda. Menyorot romantisme dan passion kota paris dari satu jaman ke jaman yang lain. Mengangkat tema Golden Age. Romantisme Paris ini begitu terasa didukung dengan akting yang oke dan ,,, i dont know (gak ngerti istilah filmnya),, pengambilan gambar yang menurut saya cantik. Very vintage, clean, dan cantik ... bikin saya langsung jatuh cinta sejak opening film ini, bahkan dengan ilustrasi Paris di malam hari dengan lampu-lampu jalan, diiringi musik prancis daaan HUJAN!!!
Hujan dan Paris.. kurang romantis apa coba? Jadi bikin saya pengen nanya sama kamu, kapan ajak aku kesana?(*eh? #kode kok disini hahaha)

And this Golden Age theme, bikin saya, well .. , bertanya tanya : kalau di Indonesia, Masa apa yang akan saya anggap sebagai the golden age of Indonesia? Since every era ini this country only lasted not too long and each has their own fatal crisis. (32 tahun masa orde baru, saya anggap tidak cukup panjang untuk sebuah era yang stabil bcs IMHO they all were ,,almost,,fake). Eh, kenapa jadi serius gini ya?
Gak ding..gak sedramatis itu. Tapi iya, romantisme dan seni di masa itu lebih terasa. Jaman segitu kan masih belum ada gadget yang bisa bikin kita lupa sama sekitar. I mean look at us now ... gak pegang bb semenit kayak orang bego. Kemana-mana nenteng Ipad. Berkarya via instagram, Adobe Photoshop. Yah bukannya gak bagus, tapi jadi gak fokus sama sesuatu yang sifatnya basic. Pensil dan kertas. Dulu... sebelum saya menggunakan smart phone, saya selalu bawa notes kecil dan pensil. Ada aja yang digambar atau ditulis kalau lagi iseng. But then the gadgets came into my life..dan kebiasaan itu hilang sejak saya punya laptop yang agak kecilan. Eh, kenapa jadi ngomongin beginian ya?

Maaf ya, gini nih kalau nulis di tengah hujan, di teras rumah pula, dingin semriwing, pikiran kemana mana.hehee
Oke back to the movie talk then...
Di film ini akan banyak sekali tokoh terkenal yang mewarnai Midnight In Parisnya si Gil. Gak akan saya ceritakan disini, karena bagian-bagian itu memang sudah seharusnya menjadi kejutan di film ini. Setiap kejutan yang ditampilkan sama om Woody Allen di film ini, tiap orang-orang penting itu muncul, saya secara refleks bilang 'wow' dan tersenyum sepanjang film. It was just AWESOME.

Oh iya, difilm ini juga ada Carla Bruni. Cantik ya.... ibu negara Prancis ini, dulunya supermodel ya kalo gak salah and also a singer. Anggun sekali... (tanpa mengingat kelakuannya jaman muda ya ... *mendadak gosip) –semoga ini tidak termasuk spoiler.

IMHO, film ini highly reccomended! beneran nonton deh...dijamin gak rugi. Karena film ini akan memanjakan mata dan hati kamu mulai dari awal sampai akhir. Belum lagi kejutan kejutan yang akan muncul. I am totally speechless.


Director        : Woody Allen
Casts            : Owen Wilson, Rachel Mc Adams, Michael Sheen, Carla Bruni, Kurt Fuller


Moviegeek Rate :
  1. It's a must see!!
  2. Film ini seruu..
  3. Bagus loh J
  4. Lumayan deh buat weekend.
  5. Pinjem dvd-nya aja.
  6. Mending tunggu filmnya maen di tv.
     

 

The Starry Night ... kalo gak salah Vincent van Gogh


love the background






pojok kiri atas, pendar lampunya berbentuk hati. Romantis ya...

Sabtu, 25 September 2010

Sehari Saja (a fiksimini movie) : Review


"SEHARI SAJA. Kami mengepak koper lalu berpisah di ujung jalan. Ternyata Selamanya." - Novita Poerwanto ( @LVCBV )


Kutipan fiksimini diatas, merupakan ide awal cerita film Sehari Saja ini. Menceritakan tentang sepasang suami - istri yang telah menikah selama 10 tahun. Tepat pada hari ulang tahun pernikahan yang ke 10, sang suami memberikan hadiah pernikahan kepada istrinya yaitu berlibur selama sehari penuh tanpa dirinya. Mereka pun mengepak koper, berjalan menuju 'hadiah' ulang tahun pernikahan ke sepuluh tahun mereka, dan berpisah di ujung jalan. Menikmati waktu untuk diri mereka seorang diri.
Satu hari telah berlalu, sang suami kembali ke rumah, belum ada tanda-tanda kehadiran sang istri. Sampai akhirnya, seminggu pun berlalu sejak ulang tahun pernikahan mereka yang ke 10, kekasih yang menemaninya selama 10 tahun itu tetap tak kembali.
Pada hari itu, peringatan ulang tahun pernikahan ke 10. Perpisahan di ujung jalan itu, perpisahan selama satu hari, ternyata berlangsung untuk selamanya.

Film ini, walaupun cuma 3 menitan tapi dalem banget. Dari versi fiksimininya udah keliatan kalo ada perpisahan yang tak terduga. Baca versi cerita pendeknya (also written by @LVCBC ), tambah bikin miris. Nonton filmnya, waspada bikin mewek. Terutama adegan dimana sang suami pada akhirnya menyadari bahwa istri tercintanya memilih untuk tak kembali, dalam frustasi kehilangan yang begitu dalam, sambil memegang cincin pernikahannya ia masih bisa tersenyum. Ikhlas. Merelakan kekasihnya pergi, karena percaya bahwa perpisahan selamanya yang menjadi pilihan istrinya adalah yang terbaik. Mengikhlaskan cinta pergi, demi cinta. Pada akhirnya, penonton yang sakit hati.
Saya suka akting pemainnya, yang walaupun tanpa dialog tapi ekspresinya dalam dan mampu menggambarkan cerita. Didukung dengan musik yg pas. Sinematografi nya juga ok, simple, detail dan dramatis. Two thumbs up buat Melia Livita, yang sudah jadi sutradara sekaligus editor di film ini. Juga buat Novita Poerwanto yang empunya ide cerita dan bikin scriptnya. Well, kalau mau bikin film bagus gak perlu banyak2an efek kan? Cukup dengan script yang  bagus, angle pengambilan gambar yang ok, sedikit idealisme dan kekompakan kru pasti hasilnya oke! Good job!!

Director : Melia Livita
Casts     : Diaz Ananda, Fardani Anissa.

My Rate : It's a must see!!!
                (silahkan nonton filmnya di bag bawah review ini)

Sehari Saja (a film by Fiksimini Surabaya)

Selasa, 21 September 2010

Letters To Juliet (2010) : Review



"I am madly, truly, deeply, passionately in love with you"


Sophie adalah seorang pemeriksa fakta di harian terkenal New Yorker, karirnya sangat bagus walaupun sebenarnya passionnya adalah menjadi seorang penulis. Sophie bertunangan dengan Victor, seorang chef masakan Italia yang sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan pembukaan restoran barunya di New York. Dalam waktu dekat rencananya mereka akan melangsungkan pernikahan, namun karena kesibukan karir masing-masing maka liburan bulan madu yang seharusnya dilaksanakan setelah menikah justru dilakukan sebelum pernikahan, a pre honeymoon.
Sophie pun mengambil cuti pre honeymoon-nya dan berangkat ke Verona, Itali bersama Victor. Pada awalnya Sophie berharap perjalanan liburannya kali ini akan menjadi perjalanan yang romantis, tapi ternyaa Victor justru terlalu sibuk dengan calon supplier untuk restoran barunya sehingga melupakan rancana-rancana perjalanan yang telah disusun Sophie. Sampai pada suatu hari, Sophie berkunjung ke rumah Juliet dan melihat puluhan wanita menulis selembar surat kepada Juliet tentang kisah cintanya dan menempelkannya dinding rumah Juliet. Dari tempat itulah, Juliet bertemu dengan sekelompok wanita yang menamakan diri mereka ‘Sekertaris Juliet’ yang bertugas membalas semua surat cinta yang ditujukan untuk Juliet. Suatu hari Sophie menemukan surat yang ditujukan untuk Juliet terselip di antara batu bata dinding yang ditulis 50 tahun lalu, dari seorang gadis Inggris bernama Claire yang menceritakan tentang cinta sejatinya bernama Lorenzo. Penasaran dengan surat berusia 50 tahun itu, Sophie pun membalas surat tersebut kepada Claire. Dan secara mengejutkan, Claire bersama cucunya Charlie datang ke Verona dan bertemu dengan Sophie. Berkat surat balasan dari Sophie, Claire berniat menemui cinta lamanya yang ditinggalkannya 50 tahun lalu. Sophie pun ikut bergabung bersama Claire dan Charlie untuk menemukan Lorenzo, dan memutuskan bahwa kisah Claire ini akan menjadi bahan tulisan pertamanya untuk New Yorker.

Film ini secara keseluruhan sebenarnya cukup menarik, apalagi mengambil setting di Verona yang terkenal dengan kisah cintanya. Ide cerita juga cukup menarik, dan banyak hal yang sebenarnya bisa dieksplore dari film ini. Sayangnya, untuk film bergenre romance yang menceritakan tentang pertemuan cinta sejati, menurut saya film ini kurang dapat menunjukkan passion of love-nya  terutama pada bagian dialog dan labih cenderung berputar-putar di sekitar acara jalan-jalan Sophie, Claire dan Charlie. Sayang banget, banyak passioon yang sebenarnya bisa ditunjukkan di film ini, Sophie yang ragu dengan tunangannya dan keinginan dia yang besar untuk menjadi penulis, atau mungkin justru karena terlalu banyak itu jadi agak bingung dengan pembawaan cerita. Too much sight seeing maybe, tapi sayang juga kalau pemandangan vintage ala Italia dilewatkan begitu saja, hehehe. (nah loh..jadi labil kan gw :D). Menonton film ini juga cukup bisa membuat saya tertawa, terutama di bagian-bagian saat Claire menemui Lorenzo Bartollini yang salah. Kelihatan banget kekonyolan khas Italia, yang sok romantis, sudah tua tapi masih suka flirt sana sini, hadeeh. Amanda Seyfried tampil sangat cantik disini, wardrobe fashionnya juga keren, simple tapi lucu. Tapi yang paling bikin saya kagum justru adalah Vanessa Redgrave yang walaupun sudah tua tapi masih keliatan cantik, pas banget untuk jadi pemeran Claire. Gael Garcia Bernal, pemeran Victor juga sudah ok, very italiano. Sayangnya kharisma khas pria British kurang sukses ditampilkan oleh Christoper Egan. Too bad, since i always love British guy. hahaha

Overall, film ini masih bisa dibilang lumayan baguslah. Bisa bikin penontonnya terhibur, dan ceritanya juga lumayan inspiratif. Favorit saya di film ini adalah tagline “Cold as fish..”, yang menggambarkan kalau pria British itu cenderung dingin. Hey, karena @nicsap itu dingin makanya saya ngefans *eh? (mulai ngelantur). Kalau cewek mungkin akan berpikir, asik juga jadi Sophie bisa menjadi saksi mata kisah cinta sejati puluhan tahun, plus dapet bonus cowok ganteng. hahaha. Dah dulu ah reviewnya sebelum saya membacot lagi disini. Sempetin nonton film ini yaa... ;)
Director : Gary Winick.
Casts     : Amanda Seyfried, Christoper Egan, Vanessa Redgrave, Gael Garcia Bernal.
My Rate :
1.    It’s a must see!!
2.    Film ini seruu..
3.   Lumayan deh buat weekend.
4.    Pinjem dvd-nya aja.
5.    Mending tunggu filmnya maen di tv.

Sabtu, 13 Februari 2010

Valentine’s Day : Review



"It's Valentine's Day, where love is all around"  


 

Hey,,Valentine's day is coming!!! Where love is all around just like on the other days but only in this special day, we got some bonus of romantic decorations like almost in everywhere, some romantic movies and some love gifts. So i'm giving you this review on this february 14th, the date of val's day.


 

Valentine's Day bercerita tentang berbagai kisah cinta, mulai dari cinta monyet sampai everlasting love yang mungkin kita temukan di sekitar kita di hari Valentine. Mulai dari Reed Bennet (Ashton Kutcher) seorang pemilik toko bunga yang melamar pacarnya Morely Clarkson (Jessica Alba) di pagi hari valentine, tetapi pacarnya belum siap dengan komitmen. Sedangkan sahabat Reed yaitu Julia Fitzpatrick (Jennifer Garner) yang harus menerima kenyataan bahwa ternyata pacarnya Harrison Copeland (Patrick Dempsey) telah memiliki seorang istri. Lalu ada Kara Monahan (Jessica Biel) sahabat Julia yang sangat membenci hari valentine. Ada juga Kate (Julia Roberts), seorang kapten militer yang bertemu dengan Holden (Bradley Cooper) di pesawat. Lalu Sean Jackson (Eric Dane) atlit kontroversial yang mengumumkan kepada pers bahwa ia adalah seorang gay.

Lain lagi dengan cerita cinta masa SMA Tyler Harrington (Taylor Lautner) dan Samantha Kenny (Taylor Swift) sepasang anak muda yang sedang jatuh cinta dan saling tergila-gila satu sama lain. Juga teman mereka yang berpacaran yaitu Grace (Emma Roberts) dan Alex (Carter Jenkins) yang di hari valentine berencana having sex untuk pertama kalinya. Ada juga cerita cinta monyet si kecil Edison (Bryce Robinson) yang ingin memberikan hadiah valentine kepada orang yang disukainya. Dan tidak ketinggalan kisah everlasting love kakek-nenek Edison, Estelle (Shirley Maclaine) yang mengakui affair masa lalunya kepada suaminya Edgar (Hector Elizondo). Ada juga kisah cinta Liz(Anne Hathaway) dan Jason (Topher Grace). Dalam film ini tiap cerita cinta memiliki keunikannya sendiri dan menceritakan bagaimana mereka membuka hati untuk melihat cinta mereka yang sebenarnya. The love stories here is everybody's love story, yang bisa kita lihat dan temukan di mana saja atau bahkan pernah kita alami sendiri.


 

Valentine's Day adalah salah satu film yang saya tunggu di tahun 2010. Sejak melihat trailernya dan penampilan bintang-bintang besar yang berakting di film ini menambah rasa penasaran saya untuk menonton. Cerita film ini cukup simple dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Konsep film ini mirip dengan salah satu film romantis favorit saya yaitu Love Actually tapi dengan gaya yang sangat khas Amerika, hanya saja feel cerita di film ini kurang begitu terasa terutama kalau dibandingkan dengan Love Actually. Tapi,dengan nama-nama besar di film ini kualitas akting pemainnya tidak perlu diragukan lagi, bahkan akting Taylor Swift lumayan bagus di penampilan perdananya ini. Film ini sangat romantis dan pas banget untuk tontonan di hari valentine. Tadinya akumau kasih rate no.3 untuk film ini, tapi karena val's day, yang momentnya sangat pas untuk film ini aku kasih bonus jadi rate no.2 deh untuk film Garry Marshall ini. hehehe
Happy Val's day and Happy Chinese New Year everyone!!! Gong Xi Gong Xi and love is all around. hahaha...
 

Director : Garry Marshall

Starring : Jessica Alba, Julia Roberts, Jessica Biel, Jennifer Garner, Ashton Kutcher, Bradley Cooper, Emma Roberts, Taylor Lautner, Taylor Swift, Carter Jenkins, Anne Hathaway, Topher Grace, Shirley Maclaine, Hector Elizondo, Queen Latifah, Patrick Dempsey, Jamie Foxx.


 

My Rate :

  1. It's a must see!!
  2. Film ini seruu..
  3. Lumayan deh buat weekend.
  4. Pinjem dvd-nya aja.
  5. Mending tunggu filmnya maen di tv.

 

Senin, 11 Januari 2010

Hari Untuk Amanda : Review





"...semakin jauh ku mencintaimu, semakin dalam kau hancurkan aku. Aku....takkan pernah bisa, takkan pernah bisa.. bersama..".


Amanda (Fanny Fabriana) dalam 10 hari kedepan akan menikah dengan Dodi (Reza Rahardian). Di tengah-tengah ribetnya persiapan pernikahan dan mengantar undangan, Amanda juga harus menemui Hari - mantan pacarnya, untuk menyelesaikan hal-hal yang masih mengganjal tentang hubungan masa lalu mereka. Ditambah dengan kesibukan Dodi yang tidak bisa ditinggalkan, Amanda pun akhirnya harus menjalani semua itu sendirian. Hari yang masih mencintai Amanda, tidak menyerah untuk kembali mendapatkan cinta Amanda dan mencoba membangun kembali kenangan-kenangan masa lalu mereka. Dengan Kembalinya kehadiran Hari di hidup Amanda dan ditambah masalah yang muncul antara Amanda dan Dodi mengenai persiapan pernikahan mereka membuat Amanda akhirnya terbawa ke dalam kenangan-kenangan bersama Hari. Amanda pun pada akhirnya harus memilih antara Hari dan Dodi.


Sejak pertama kali saya mendengar cuplikan lagu Alexa –Tak Kan Pernah Bisa di trailer film ini, saya langsung penasaran karena trailernya terlihat sangat meyakinkan. Ditambah lagi dengan salah satu teman smu saya yang sudah menonton menulis status di facebooknya kalau film ini sukses membuat dia terharu habis-habisan. Dua hal itulah yang membuat saya merasa harus menonton film ini. Setelah menonton, ternyata memang benar film kalau film ini memang bagus dan mengharukan.


Cerita film ini sebenarnya simple dan merupakan cerita yang sering kita dengar, pertemuan kembali dengan cinta lama, tentang sebuah pilihan dan hati. Mungkin karena ceritanya yang simple ini ada beberapa orang yang memberi comment ke saya lewat twitter kalau film ini mirip dengan FTV. Hmm...dari segi cerita mungkin ada benarnya karena cerita seperti ini sudah sering diangkat, tapi dari segi kualitas cerita secara keseluruhan, kualitas akting pemainnya, setting yang diambil, skenario hingga keseluruhan sinematografinya jelas jauuuhhh bedanyaaa..kan kalo di FTV banyak adegan gak penting sampai celetukan gak penting, tapi di film ini penting semua!! (^^). I also heart the soundtrack..,pas banget sama filmnya. Kalau temen-temen emang movieholic sejati, dan pengen film indonesia terus maju dan berkualitas, tonton deh film ini. Gak rugi kok, senang kan rasanya ada film Indonesia yang bagus? Two thumbs up buat Angga Dwimas Sasongko yang sukses menyutradarai film ini. ♥♥♥


Starring : Fanny Fabriana, Oka Antara, Reza Rahardian.

Director : Angga Dwimas Sasongko.









also see the trailer here :




My Rate :  
1. Wajib!!!...tonton filmnya dan koleksi dvdnya!! 
2. It's a must see!! 
3. Filmnya baguss loh... 
4. Lumayan deh buat weekend. 
5. Pinjem dvd-nya aja. 
6. Mending tunggu filmnya maen di tv.


 

Blog Template by YummyLolly.com